Ancaman Hutang

1463 Words

Sarapan pagi mulai di hidangkan oleh bi Asih. Tangannya yang mempersiapkan semua sarapan untuk sang majikan, tetapi tidak dengan hati dan pikiran. Dari semalam ia menunggu Sisil pulang, matanya juga tidak dapat di pejamkan. Terbangun tengah malam pun ia masih memantau kamar Sisil. Tetap saja gadis itu tidak ada di rumah. Setelah pagi pun, bi Asih juga mencari ke segala sudut rumah ini. Hasil tetap sama, gadis itu benar-benar tidak pulang. Tante Liana yang pulang tengah malam, ia juga tidak menanyakan keberadaan gadis itu. Tidak juga dengan paman Jono, seakan mereka tidak memperdulikan Sisil atau mereka memang tidak tahu gadis itu tidak pulang semalam. Suara pentofel dan high heels sama-sama terdengar saat berbenturan di marmer. Sepasang suami istri itu melangkah menuju meja makan. Bi As

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD