Di dalam mobil itu mereka hanya diam. Di bangku belakang ada Liona dan pengasuhnya. Gadis kecil itu berceloteh riang di belakang, bercerita tentang bagaimana dia di sekolah, tentang temannya, tentang jam jam belajar dan lainnya. Elard sesekali menimpali, pria itu tampak begitu santai dan sepetinya sudah biasa dengan anak kecil. "Om tahu Avin itu suka sekali jahilin Lili." Gadis kecil itu memberengut. Elard terkekeh di depan, dia sesekali melirik kaca spion tengah. "Oh ya? Terus bagaimana?" Seterusnya begitu, saling menyahut membuat suasana menjadi hangat. Aku memperhatikan dalam diam, bahkan menikmati bagaimana bocah itu begitu lepas bercerita. Ada rasa bersalah yang menyusup hatiku sebab gadis sekecil itu harus kehilangan kasih sayang ibunya. Bahkan sekalipun aku hadir sebagai pen

