19 - Cinderella

1103 Words

Seseorang mengulurkan tangan kanannya di ambang pintu mobil berbadan panjang malam ini. Dihiasi bintang-bintang yang bertaburan di langit. Dibalik sarung tangan putih berendanya, Gisel meraih tangan tersebut.   Sehingga keluarlah kakinya yang terlihat memakai sepatu berhak. Petang ini Gisel merasa sebagai Cinderella. Memakai gaun cokelat keemasan tanpa lengan dengan rok yang menggembung.   Tap … tap ….   “Ah! Susah banget pakai gaun kayak gini! Kenapa harus pakai heels? Percuma juga, tidak kelihatan sepatunya!” geram Gisel setelah berdiri tegap.    Luke menyiapkan lengannya agar segera digandeng oleh Gisel. “Sudahlah. Jangan mengeluh. Nanti mama dengar,” bisiknya. Sambil menunggu mobil belakang yang berisikan Samuel, Victoria, dan Rose.   Gisel manggut-manggut payah seraya merang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD