Mata yang Mengamati Tiga hari sejak Davin resmi mengantar Aksa, Rafael belum memberikan keputusan apapun. Ia memperkenalkan Davin hanya sebagai "relawan sementara" kepada pengurus dan anak-anak. Tidak ada latar belakang. Tidak ada masa lalu. Namun di balik diamnya, Rafael menyusun rencana. Ia meminta Toni untuk secara diam-diam mengawasi setiap gerak Davin: cara dia memperlakukan anak-anak, respon saat ada tekanan, bahkan ekspresi ketika ditinggal sendiri di gudang logistik. “Aku bukan curiga, Ton,” kata Rafael suatu malam di ruang kerja, “tapi ini bukan tentang percaya... ini tentang memastikan anak-anak gak jadi korban lagi.” Toni mengangguk. “Gue ngerti. Gue juga gak mau ambil risiko. Tapi satu hal gue lihat: mata Davin sekarang beda.” “Beda gimana?” “Dulu dia kayak serigala. Sek

