Surat Tanpa Nama Pagi itu Rafael sedang mengisi kelas inspirasi di salah satu sekolah mitra Rumah Lia ketika Toni menelpon berkali-kali. Biasanya Toni paham kalau Rafael sedang di lapangan. Tapi jika menelpon lebih dari dua kali, pasti sesuatu terjadi. Begitu Rafael keluar dari kelas dan menjawab panggilan itu, suara Toni terdengar cepat dan gugup: “Raf... kamu harus pulang sekarang. Ada paket datang ke Rumah Lia. Tanpa nama pengirim. Tapi isinya... menyeramkan.” “Isinya apa?” “Video. Flashdisk. Rekaman seseorang... dan mereka sebut-sebut nama kamu. Bukan cuma kamu... tapi juga Rumah Lia.” Detak jantung Rafael langsung melonjak. “Simpen dulu. Jangan kasih siapa pun lihat. Aku ke sana sekarang.” ** Isi Flashdisk Tiga puluh menit kemudian, Rafael duduk di ruang kerjanya. Di depanny

