Bab 29

1116 Words

Pagi yang Tak Seindah Biasanya Udara pagi di Rumah Lia biasanya tenang, tapi hari itu terasa ganjil. Langit mendung lebih cepat dari biasanya, dan suara anak-anak terdengar pelan, tidak seperti biasanya. Toni datang membawa surat kabar pagi ke ruang makan tempat Rafael dan Damar sedang menyiapkan sarapan. “Raf... kita masuk berita,” ucap Toni dengan nada serius. Rafael mengangkat kepala. “Positif?” Toni menggeleng pelan, meletakkan koran ke atas meja. Di halaman depan ada judul besar: > “Rumah Lia Diduga Didirikan oleh Eks Bandar Narkoba. Warga Minta Ditutup!” Di bawahnya terpampang foto Rafael, wajah setengah tertutup bayangan, dan kutipan dari seorang warga: > “Kami takut anak-anak kami justru dicuci otaknya oleh penjahat bertopeng sosial.” Rafael membaca perlahan, setiap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD