51

2541 Words

51  Alex terlihat menelan ludahnya dengan kasar, lalu bergumam dalam hati "shill, maafin aku." Lalu tiba-tiba......... Sreeett...!! "Alex, apa yang kamu lakukan?? Kamu gila??" shilla sedikit berteriak dengan perasaan malu dan juga kesal dengan ulah alex yang tiba-tiba saja seperti ini. Bagaimana tidak, tangan Alex tiba-tiba saja dengan cepat terulur dan meraih jaket yang dikenakan shilla di sisi bahunya, menariknya dengan kasar. Sehingga memperlihatkan kulit mulusnya yang tersingkap akibat ulah alex barusan. Begitu menggoda dan............. Tidak tidak. Bukan hal itu yang dilihat alex saat ini, otaknya tak sebejat itu. Justru pandangannya sangat terfokus ke luka memar yang kini menghiasi bahu Gadis itu. Bahkan ekspresinya saat ini begitu sangat terlihat khawatir. "Ini yang kamu bila

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD