50

2312 Words

50  Saat ini, Shilla sedang berada di toilet sekolahnya. Sejak cengkraman Randy berhasil terlepas dari bahunya, ia tanpa membuang waktu lagi segera pergi meninggalkan Randy yang menurutnya sudah terlihat sangat emosi. Dia hanya tidak mau jika Randy berbuat hal yang lebih menyakitkan lagi dari yang tadi. Cukup hatinya saja yang sakit, jangan fisiknya. Karena itu sangatlah semakin membuat Shilla semakin trsiksa. Shilla menyandarkan punggungnya di dinding kamar mandi dengan berlinang air mata yang sedari tadi membasahi pipi mulusnya, tanpa bersuara. Entah kenapa rasanya saat ini kedua bahunya sedang berdenyut nyeri. Sungguh sangat sakit. Saking sakitnya, sehingga membuat gadis itu penasaran dan mengharuskannya untuk membuka beberapa kancing bajunya. Menyingkap bagian atas yang menutupi b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD