3

711 Words
3   SHILLA POV Sesampainya di rumah, aku melangkahkan kakiku ke kamarku untuk melepaskan semua pakaianku dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku menggunakan air hangat yang sebelumnya sudah aku siapkan terlebih dahulu. Baru setelah selesai, aku memakai piyamaku dan merebahkan diriku di atas kasurku, untuk mencoba memejamkan mataku. Terlintas di fikiranku tentang kejadian di cafe tadi, yang membuatku sedikit bertanya-tanya. "Randy kenapa sih, tadi dicafe kok kayak ngebela aku..." fikir shilla sambil memejamkan matanya. "Padahal kan dia biasanya juga suka banget nge bully aku pas waktu di sekolah." Flashback on. Di SMA pelita harapan, shilla yang sedang duduk di kelas 12 ipa itu tengah serius mendengarkan pelajaran yang sedang di terangkan oleh bu guru. Karena jika sudah menyangkut dengan urusan sekolahnya, pasti shilla akan menjadi orang yang sangat serius sekali. Kriiiiinngggg...... Bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa siswi beranjak untuk keluar kelas dengan senang, karena mereka bisa terbebas dari pelajaran yang membosankan. Sebenarnya shilla lagi malas ke kantin, tapi berhubung perutnya sudah mulai demo, akhirnya shilla memutuskan untuk pergi melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah. Di saat shilla melangkahkan kakinya menuju tempat penjual bakso, randy yang tengah duduk memakan bakso bersama geng nya itu dengan sengaja mencekal kaki shilla. Benar saja shilla langsung terjatuh seketika, karena kehilangan keseimbangannya. "Aww...." pekik shilla tertahan menahan sakit di pantatnya karena ulah randy. "Buta ya lo?.... Jalan pakek mata dong!" bentak randy, dan teman-teman randy hanya tertawa melihat kelakuan randy yang jelas-jelas sengaja membuat shilla jatuh. Shilla hanya diam, dan mencoba untuk berdiri kembali tanpa menghiraukan ucapan randy. Namun randy yang tidak suka di abaikan, justru memanggil shilla "eh, b***k ya lo? Main pergi gitu aja." "Ma....maaf, tapi kan lo yang udah ngebuat gue jatuh dengan sengaja." jawab shilla sedikit gemetar. "Lo yang nggak punya mata, lo juga yang nyalahin gue." sungut randy dengan kesal. "Udah deh ran... Dia kan cewek. Kasian kan, ntar dia nangis lagi." jawab boby menasehati. "Tau nih si randy, demen banget jailin shilla. Ntar naksir lo lama-lama." sahut raka dengan menyuapkan bakso ke mulutnya. "Gue, naksir nih cewek s****n?? Najiiiss gila. Selera gue tuh jauh di atas dia, ogeb." jawab randy dengan melipat kedua tangannya di d**a. "Kena karma baru tahu rasa lo ran.." sindir delon dengan cengirannya. "Eh lo tu ya...." protes randy ke delon terpotong karena shilla. "Oke-oke emang gue yang salah. Gue minta maaf ran, gue nggak sengaja nendang kaki lo." "Nah gitu dong, lain kali punya mata di pakek." ketus randy,yang hanya di jawab dengan anggukan oleh shilla. Dan shilla segera berlalu meninggalkan mereka dengan kesal. Ketika shilla sudah menjauh dari tempat randy cs, shilla merasa ada yang berdenyut nyeri di tangan kirinya. Saat shilla melihatnya, jelas saja tangannya sudah memar di sertai dengan darah yang keluar sedikit. Tapi walaupun sedikit, itu cukup membuat shilla meringis sakit di buatnya. "s**l" umpat shilla. " mana sakit banget lagi." Shilla berinisiatif pergi ke UKS untuk mengobati lukanya, agar tidak merasa terlalu sakit. Kriiinngg......... Bel tanda istirahat berakhir telah berbunyi, shilla melangkahkan kakinya menuju kelas dengan tangan yang di perban. "Shilla, tangan kamu kenapa?" tanya bu guru yang melihat tangan kiri shilla di perban. "Emm.. Nggak papa kok bu, tadi cuman kepleset di kamar mandi." bohong shilla sambil memegangi tangan kirinya. "Lain kali hati-hati ya shill!"  kata buguru memperingatkan. "Iya bu." jawab shilla yang langsung melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya. Flashback off. "Aaarrgghh..….... Apaan sih shil, apanya yang ngebela sih, udah jelas-jelas dia jahatin lo terus." erang shilla frustasi dengan mengacak acak rambutnya. "Shilla, lo tuh jadi cewek jangan lemah, inget..... Dia musuh bebuyutan lo dari dulu." Batin shilla mengingatkan diriya sendiri. Dan shilla memejamkan matanya kembali, mencoba untuk tidur. ___________________ Di tempat lain di kediaman randy, otak randy berfikir keras. Dia berguling di kasurnya tak tentu arah, mencoba untuk memejamkan matanya tapi tidak bisa. "s**l, kenapa gue jadi gak bisa tidur gini sih." batin randy menggerutu heran. "Jangan-jangan otak gue konslet, lagi, masak iya gue nggak bisa tidur cuman gara-gara nguwatirin  si shilla sih. Apa hubungannya coba, nggak berfaedah sama sekali" gumam randy. "Tapi...... Kalau di fikir-fikir Tu cewek berani juga sama si rani. Gue pikir dia bakalan nangis-nangis tadi, nggak taunya persepsi gue salah. Ahh, tapi itu sih rani nya juga yang mulutnya kelewat pedes, udah kayak mak nya cabe aja si rani." ucap randy yang sudah di posisi duduk bersandar di kasurnya. "Dih.... Kenapa gue malam-malam udah ngomong sendiri kayak gini sih?! Ngeri sendiri gue jadinya." batin randy begidik ngeri. Akhirya randy memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, mencuci muka, dan kembali mencoba untuk tidur. Melenyapkan semua fikiran anehnya tentang shilla. Bersambung...    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD