Helena terdiam, ia tentu saja tidak sudi melihat Matteo bermesraan dengan wanita tadi. Kenapa ia merasa cemburu kepada Matteo, padahal dirinya sendiri tadi malam tidur dengan seseorang yang masih menjadi misteri baginya. “Kalau aku mengatakan diriku tidak suka melihatmu bermesraan dengan wanita lain, apakah kau akan berhenti melakukannya? Apakah kau sedikit saja memiliki rasa peka dan peduli kepadaku?” tanya Helena. “Aku tidak bisa melakukannya!” tegas Matteo. Dengan tenang ia bangkit dari duduk berjalan mendekati Helena. Berdiri tepat di belakang kursi yang diduduki istrinya itu. Disingkirkannya rambut yang menutupi leher Helena ke samping, kemudian ia letakan kepalanya di sana. Napas Matteo yang hangat menerpa leher Helena membuat perutnya bagai ada kupu-kupu. Helena mencoba menjau

