Helena menggembungkan pipi, lalu ia kempiskan dengan kasar. “KELUAR!” Diangkatnya telunjuk ia ke arah pintu mengusir Matteo. “Aku tidak mau melihat kau lagi! Kalau kau masih memaksa datang ke sini aku akan membunuh diriku sendiri, biar kau merasa puas.” Matteo mencakungkan badan, hingga wajah mereka berdekatan. Hembusan napasnya menerpa wajah Helena. “Nyawamu adalah milikku! Kau tidak kuijinkan mengakhiri hidupmu sendiri.” Tanpa dapat dicegah Helena mencium bibirnya. Lidah pria itu menelusup masuk bibirnya membuat perut Helena terasa ada kupu-kupu yang terbang. Tangannya yang tadi aktif mendorong Matteo untuk menjauh. Sekarang sudah berubah menarik kepala Matteo, agar pria itu tidak berhenti menciumnya. Secara tiba-tiba saja Matteo menghentikan ciumannya. Ia mengusap pipi Helena denga

