“Daniello, keluarlah! Aku akan berdua dengan istriku. Kau harus menyelidiki siapa yang sudah mendalangi percobaan pembunuhan Helena. Ia sudah beberapa kali mengalami hal ini,” perintah Matteo kepada Daniello. “Baiklah! Aku akan melakukannya. Kau harus bersama dengannya jangan tinggalkan ia sedetik pun.” Daniello keluar dari kamar tersebut. Matteo menggerutu kesal, “Berani sekali ia memerintahkanku. Ia pikir dirinya lebih berkuasa.” Helena mendelikan kepada Matteo. Ia tidak mau berada satu ruangan yang sama dengan pria yang tidak dapat ia percaya 100 persen. Mungkin saja suaminya itulah yang memerintahkan orang untuk membunuhnya. Matteo hanya mengangkat pundak. Dipalingkannya tatapan kepada pengawalnya yang juga berada di ruangan tersebut. “Periksa balkon! Pastikan keadaan telah aman.”

