Daniello mengerutkan kening mendengarnya, “Kenapa kamu berkata seperti itu? Aku tidak mengerti sama sekali.” Dengan berkacak pinggang Helena mengalihkan pandangan ke arah di mana ia tadi melihat Matteo. Daniello juga melihat ke arah yang dilihat Helena, tetapi ia tidak melihat ada orang. “Aneh! Dia tadi jelas-jelas berada di sana,” gumam Helena pelan. “Siapa yang kau maksud tadi berada di sana?” tanya Daniello. Helena membalikkan badan melihat ke arah Danille, dengan wajah cemberut. “Tadi kulihat Matteo berdiri di sana, tapi sepertinya ia sudah pergi.” Daniello memegang pundak Helena, membimbingnya untuk duduk di bangku besi yang ada di taman tersebut. Dengan suara lembut Daniello mengatakan kepada Helena untuk melupakan Matteo. Ia tidak mau wanita itu terus bersedih. Helena bangun d

