8. fakta yang mengejutkan

1078 Words
"Sialan bagaimana bisa permintaan saya begitu disepelekan! Bagaimana bisa tua Bangka itu menganggap perasaan putriku sesuatu yang tidak penting." "Baik yang mulia raja! Maafkan hamba yang sudah begitu lancang. Hamba melakukan semua ini hanya ingin pangeran menghargai perasaan Putri saya." Sedangkan yang mulia raja langsung meninggalkan ruangan itu menuju ruangan kerjanya tanpa merespon ucapan Datuk Gandi. Ruangan rapat itu kembali hening menyisakan Datuk Gandi yang menatap tajam ke arah pintu. "Lihat saja sebentar lagi kerajaan ini akan jatuh dan saat jatuh saya pastikan putramu yang begitu kau bangga-banggakan sekarang akan memohon-mohon segera menikahi Putri saya. Saya yakin orang dalam ramalan itu adalah kebohongan besar yang dibuat orang gila itu agar mendapatkan pujian. Bagaimana bisa orang nomor satu di kerajaan kulon ini dibodoh oleh seorang pria tua itu. Sungguh sangat Menyedihkan." ______--------_____---------______ "Sebenarnya apa yang akan datuk bicarakan mengenai pangeran?" Tanya Baginda raja dengan raut wajah yang terlihat lebih serius apalagi menyangkut masa depan putranya. "Maaf jika hamba lancang yang mulia raja! Hamba hanya ingin menyampaikan takdir para pangeran! Mungkin saja ini sangat mengejutkan untuk diterima oleh yang mulia raja dan yang mulia ratu tetapi kita tidak bisa menolak takdir yang sudah digariskan. Jujur saja hamba saja merasa tidak yakin tetapi itu semua disampaikan langsung oleh guru besar." "Kapan kau bertemu dengan guru besar? Kenapa guru besar tidak langsung menemui saya?" Tanya yang mulia raja dengan wajah terkejut saat mendengar guru besar yang sudah lama menghilang tiba-tiba menemui ketua ketiga Kerajaan nya. Entah kenapa ia merasa sedikit gelisah dengan masa depan para putranya apalagi sampai guru besar yang langsung turun tangan menyampaikannya. "Mohon maaf yang mulia raja! Guru besar hanya menyampaikan pesan itu dan setelah itu kembali menghilang. Guru besar menyampaikan bahwa gadis dalam ramalan itu adalah takdir para pangeran yang tidak dapat dicegah." Ucap Datuk Batara dengan raut wajah yang tegas. " maksud datuk? Gadis itu akan menjadi pendamping ketiga putraku? Mana mungkin itu bisa terjadi Datuk!" Ucap yang mulia raja dengan ekspresi yang muram dan bahkan aura di sekitarnya sudah begitu mencekam. "Benar yang mulia raja! Itulah yang disampaikan oleh guru besar. Karena ketiga pangeran itu akan sangat mencintai gadis itu dan bahkan sampai bisa melakukan apa saja agar bisa mendapatkan gadis itu. Semakin kita melarang, semakin para pangeran memberontak dan jalan satu-satunya hanya bisa membiarkan mereka bersama. Percayalah yang mulia raja ucapan guru besar tidak mungkin meleset." "Apalagi ini? Kenapa ini begitu sulit diterima." Ucap yang mulia raja dengan wajah yang lesu. ____------******------______ Della bangun pagi-pagi sekali dan segera membersihkan tubuhnya. Tak lama kemudian ia segera menuju ke dapur untuk masakan para tamunya itu. Ia mulai memotong daging dengan begitu luwes dan setelah daging itu ia potong, lalu ia tumbuh mengenakan tumbuk manual. Iya berniat membuat olahan bakso untuk disajikan para tamunya dan beberapa makanan lainnya. Hingga beberapa saat masakan semuanya telah matang dan ia tersenyum puas dengan hasilnya. Para pangeran yang masih tertidur pulas mulai membuka matanya saat mencium aroma yang begitu menggugah selera. "Bau apa ini? Kenapa begitu harum hingga membuat perut ini keroncongan!" Kata pangeran Satya sambil mengusap matanya dengan suara yang serak basah khas orang baru bangun tidur. Sedangkan pangeran Tirta berusaha bangun dari tidurnya dengan mata yang masih begitu berat. perutnya juga sama saja terus berdemo. "Benar adik. Aromanya begitu menggugah selera. Selama ini saya belum pernah mencium aroma seenak ini dari dapur istana. Kenapa hari ini aromanya begitu berbeda. Apa jangan-jangan pelayan membuat menu baru." Mereka bertiga langsung terbangun dan berniat mencari sumber dari aroma itu tanpa memperdulikan penampilan mereka yang masih terlihat sangat acak-acakan. Bahkan mereka hanya mengenakan celana panjang tanpa menggunakan atasan. Yang mana memperlihatkan otot-otot mereka dan tak lupa parut sixpack mereka yang sangat diidamkan oleh para wanita. Ditambah lagi rambut mereka yang masih begitu acak-acakan terlihat lebih hot. Mereka semua seolah-olah lupa jika mereka saat ini sedang berada di rumah seorang gadis. "Kenapa aromanya begitu menggugah selera? Rasanya saya langsung lapar. Pelayan segera siapkan makanan." Ucap pangeran Satya dengan mata yang masih sesekali terpejam. Sedangkan della terdiam mematung saat melihat penampilan mereka bertiga. Otaknya langsung loading dengan mata yang terus-menerus memperhatikan tubuh mereka bertiga. Tetapi dela segera sadar dan tanpa sadar ia langsung berteriak dan memalingkan wajahnya. "Ahhhhhhh kenapa kalian tidak mengenakan pakaian?" Teriak Della hingga membuat ketiga pangeran itu terkejut dan matanya langsung segar seketika. jika saat ini bukan berada di istana." Kata pangeran Surya dengan telinga yang sudah memerah dan tak lupa detak jantung yang menggila. Baru kali ini ia merasakan kegugupan yang luar biasa. Glek Tetapi ketika pangeran itu berusaha tetap bersikap cool walaupun wajah mereka semua sudah terlihat memerah. Pangeran Satya bangun dan langsung melangkah mendekati Della dengan senyum tipisnya. "Jangan mendekat!" Ucap Della sambil mundur secara perlahan. Iya berusaha menghindari pria tampan di depan nya. "Kenapa menghindar?" Tanya Satya terus melangkah tanpa memperdulikan jarak mereka sudah semakin dekat. "s**t! Berani sekali anak bau kencur itu mendekati wanita ku." Pangeran Tirta mengepalkan tangannya di bawah meja dengan kuat. Della memalingkan wajahnya dan ia berusaha menahan pangeran Satya dengan kedua tangannya. Tetapi tanpa sadar ia menyentuh tubuh pangeran kedua orang itu terdiam membatu. Deg deg "s**t! Tangannya begitu halus. Sialan! Ini membangunkan sesuatu yang tak seharusnya bangun!" Della langsung melotot dan segera menarik tangannya. Tetapi pergerakannya itu dibaca oleh pangeran satya. Yang mana pangeran Satya langsung menahan tangan mungilnya itu dengan tersenyum tipis. "Kenapa buru-buru? Tidak perlu malu-malu jika ingin menyentuhnya. Saya dengan baik hati mempersilakan." Ucap pangeran Satya sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda dela yang mana wajahnya sudah merah seperti tomat. "Dasar gila!" Ucap Della sambil melepaskan tangan nya dan segera mendorong pangeran Satya menjauh. Dela buru-buru sibuk kembali dengan aktivitasnya tanpa memperdulikan pangeran gila itu. " Sangat menggemaskan!" "Tapi kenapa tiba-tiba aura di sekitar begitu dingin!" Ucap pangeran Satya sambil memeluk tubuhnya sendiri. Tanpa ia sadari kedua pangeran yang masih duduk di meja itu menatapnya dengan tajam seolah siap menerkamnya kapan saja. Della berusaha bersikap biasa saja makanan yang sudah ia masak tadi. "Silakan dinikmati!" Ucapnya sambil tersenyum manis yang bunda membuat para pangeran dibuat kembali meleleh. "Kenapa raut wajahnya kalian seperti itu? Apa kalian tidak menyukai makanan yang dela buat?" "Tidak kami menyukainya!" ucap cepat pangeran Surya berusaha tersenyum. "Syukurlah! Della kira kalian tidak menyukainya." Mereka segera mencicipi makanan yang sudah sedari tadi membuat mereka kelaparan. Mereka begitu menikmati makanan yang dibuat oleh dela. Bahkan mereka makan dengan begitu lahap hingga mbuat dela merasa puas. "Pelan-pelan makannya jika masih merasa kurang, di belakang masih ada." Ucap Della sambil terkekeh saat melihat mereka makan seperti orang yang sudah lama kelaparan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD