64

1520 Words

Manic abu gelap Xavier melotot, menatap Mutiara yang berada dalam pangkuannya itu tidak percaya, “ Tunggu, kau tadi memanggil saya apa?!” “ Apa? Mas Xavier?” Mutiara menahan tawanya sendiri atas panggilan itu. Panggilan yang sengaja keluar dari bibirnya untuk meredakan aura tegang yang sempat tercipta diantara keduanya. “ Ish!” desisan kesal itu semakin ketara disertai jemari yang terulur, memegang wajah Mutiara dengan perasaan kesal, seolah ingin menggigit raut wajah tak berdosa itu. “ Kau pikir saya tukang bakso! Demi Tuhan Mutiara kau memanggil saya MAS XAVIER?!” “Iya Mas Xavier.” Mutiara mengulang panggilannya lagi. “Kau tidak punya panggilan yang lain, ha?” “ Lalu aku harus memanggilmu apa? Kakak? Kamu bukan Kakakku dan memanggil hanya nama itu sama sekali tidak sopan!” “ Terse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD