Xavier pulang saat matahari sudah tergantikan oleh sinar bulan, Mobil yang dikemudikan oleh sang supir berhenti tepat di depan pintu masuk dan pria satu itu langsung keluar setelah jemari sang supir membukakannya pintu. Aroma masakan yang gurih langsung mampir di indera penciumannya, secara spontan langkah kaki itu mendekat, berjalan kearah dapur, mendapati sang istri sedang berkutat dibalik kompor bersama beberapa orang pelayan. Seringai itu terbit, manic abunya menatap sang pelayan yang akan menyapanya, meminta pelayan itu jangan bersuara dan meminta mereka pergi lewat tatapan mata. “ Bisakah kalian ambilkan mangkuk saji yang ada diatas sana!” wanita yang membelakangi Xavier itu mengulurkan tangannya keatas, menunjuk deretan laci atas tempat menyimpan peralatan makan, “ Harusnya kalia

