66

1344 Words

Tubuh besar itu mematung, jantungnya berdegup kencang tanpa sebab dan berusaha secara halus menarik jemarinya yang tertangkap itu namun tidak berhasil. Si makhluk mungil itu nyatanya tidak mau melepaskan genggaman eratnya dan senyum itu semakin lebar disertai tendangan- tendangan kebahagiaan di udara. “ Ayo lepaskan!” Xavier berbisik lirih dengan rahang mengetat tajam, namun yang ada si mungil malah memasukkan jemarinya ke dalam mulut. “ Jangan , tangan saya kotor!” wajah Xavier kian memucat dengan cepat Xavier menarik menarik tangannya dan si kecil itu langsung mengerutkan alis halusnya, bibir kecil yang tadinya tersenyum lebar itu langsung bergetar dan tangisan keras itu keluar setelahnya, menyentak tidur lelap Mutiara. “ Sayang!” Tapi manic Mutiara terbelalak lebar, menangkap sosok Xa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD