33

1203 Words

Manic hitam itu terbuka, menatap manic abu yang tersamarkan oleh gelapnya ruangan itu. Detak jantung itu bertalu dengan keras, membuat tubuh yang meringkuk dibalik selimut itu bergetar ketakutan. “ Kata mereka kau adalah gadis di The Velvet itu. Apakah benar?” “ Aku..” suara itu bergetar, setetes air mata turut menetes detik itu juga karena hapal sekali suara mengerikan itu. “ Jadi kau mengandung anakku?” ditengah keremangan ruangan itu, bibir Xavier mendekat, berucap dengan perlahan di cuping telinganya, “ Kenapa kau biarkan bayi hasil perbuatan hina itu tetap hidup? Harusnya kau hilangkan saja dia, bukankah itu lebih mudah?” “ Aku tidak mau jadi pembunuh!”bibir Mutiara bergetar, “ Pergi kau S*tan Badjingan!” “ Wah julukan baru untuk saya? Apakah aku harus berterima kasih dan memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD