31

1189 Words

Mutiara tidak tahu apa yang membuat ayah dari Serena itu menatapnya dengan tajam bahkan terkesan menilai dari atas sampai bawah tanpa rasa sungkan sama sekali sebelum menggiring Mutiara untuk mengikuti langkah kakinya itu. Dan disinilah mereka berdua sekarang berada, disebuah ruangan yang Mutiara tahu sebagai ruang perpustakaan. Jemari tua itu hendak menyalakan cerutu namun urung saat menatap Mutiara sembari berkata, “ Maafkan pria tua ini, kau sedang hamil dan bayi dalam kandunganmu itu tentu tidak suka dengan asap cerutu yang menganggu ini.” Lantas meletakkan cerutunya diatas meja. “ Ya.” Mutiara hanya menganggukkan kepalanya, “ Mohon maaf Tuan, apakah ada sesuatu hal yang membuat anda ingin berbicara dengan saya?” “ Berapa usia kandunganmu?” suara itu tersenyum namun bukan jenis seny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD