Bayi mungil yang sepanjang sore anteng seperti boneka itu tiba- tiba menangis dengan keras, menyentak tidur Daniel yang lelap. Dengan kaget pria itu bangkit dari atas karpet dan mendapati dia hanya seorang diri disana. “ Cantik kamu kenapa?” Pria satu itu memeriksa popok Aurora yang nyatanya basah itu, melepaskannya dengan wajah mengerut menahan bau kemudian mengambil popok yang baru serta mengambil bedak tabur, untuk ditaburkan pada area si kecil itu sebelum memakaikannya popok. Jangan tanya Daniel bisa melakukan itu, adik perempuannya banyak sekali, dari kecil dia sudah diwajibkan membantu sang ibu untuk mengurus bocah- bocah yang hanya terpaut umur 3-4 tahun darinya. Masalah popok beres namun bayi mungil itu tetap menangis dengan keras, “ Baiklah sayang, sekarang kau haus!” Daniel

