70--21+

2007 Words

Rate 21+! Bukan buat anak kecil! **** Sosok kecil itu terus berusaha menggulingkan tubuhnya kekanan dan kekiri namun selalu gagal karena terhalang perut buncitnya. “ Amamamamama!” pekiknya kesal berulang kali. Mutiara yang sedari tadi mengamati bayi mungilnya itu tertawa kecil, jemarinya perlahan mendekat, menelentangkan si putri, mengecupi pipi gembulnya dengan gemas dan dibalas dengan suara “ AAAAA!” sangat panjang dari bibir Aurora disertai gerakan kaki dan tangannya yang lincah karena senang. “ Anak ibu terlalu gendut, makanya susah untuk tengkurap.” Mutiara tertawa, mengendus perut buncit itu sembari menciuminya. “ Dadadada!” jeritan itu keras, tangannya terangkat dan meraih jalinan rambut Mutiara yang lepas dari kunciran kudanya. “ Dadda!” “ Daddy kerja sayang!” “ Dadadada!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD