“ Hai Son!” sapaan itu tidak mendapatkan tanggapan ramah dari Xavier, manic abu gelap sang putra menatap sang Ayah dingin sembari berujar, “ Untuk apa ayah kemari?” “ Seperti biasa, menjemputmu!” pria itu tersenyum sembari mematikan cerutunya. “ Apakah kamu lupa ini hari apa?” Mitch menatap putranya tajam yang membuat jemari Xavier terkepal erat. “ Apapun yang terjadi, kau tidak bisa menolaknya Xavier!” Mitch tajam, bangkit dari balik sofa, “ Cepatlah, Serena mungkin sudah menunggu kita disana!” Pria itu membuka handle pintu, tanpa menoleh kebelakang lagi karena tahu apapun yang terjadi Xavier tetap akan ikut dengannya. Pintu mobil mewah milik Mitch itu dibukakan oleh sang bodyguard, dengan perlahan Mitch duduk, manic tajamnya menatap spion didekat sang supir dan tersenyum saat melihat

