Mobil mewah yang ditumpangi oleh Xavier serta sang ayah itu remuk tak berbentuk, dengan sangat santai Xavier menatap pria yang tengah diamuk emosi itu kemudian keluar dari balik mobil setelah Narendra menghentikan aksi brutalnya itu. “ Berani juga kau turun dari dalam b*jingan busuk!” Narendra menyeringai, melempar tongkat golf dan mencengkram kerah polo Xavier seolah siap melumat wajah satu itu. “ Apakah sudah?” “ Kau menantangku?!” “ Apakah hal ini akan kita selesaikan secara damai atau lewat jalur hukum.” “ Tentu saja jalur hukum!” “ Baiklah kalau begitu!” Xavier tersenyum lebar sembari melepaskan cengkraman Narendra, mengambil ponsel dari balik celana kainnya dan menekan beberapa nomor. “ Hallo dengan kantor polisi, Saya ingin membuat laporan tentang pengrusakan..” “ Apa yang

