Jemari pria itu terlihat melingkar dipinggang sempit wanita muda yang tengah menggendong sosok kecil yang mengerjap, menatap sekitar dengan senyum senangnya. Pria Alpha yang biasanya bergerak dengan cepat itu berjalan dengan perlahan menyesuaikan langkah kakinya dengan sosok wanita cantik disebelahnya. Jemarinya langsung terulur, membukakan pintu kaca tebal yang ada didepannya dan membiarkan sang istri untuk masuk terlebih dahulu. “Selamat siang selamat datang di Wing’s butik ada yang bisa saya bantu untuk Tuan dan Nyonya?”pekerja butik itu menyapa ramah keduanya, terlebih lagi saat menatap sosok tinggi menjulang yang sedari tadi menampilkan aura dingin itu. “Carikan gaun untuk istri saya!” ujar Xavier tegas, membuat pekerja itu tersenyum kikuk. “Mutiara! Kemarikan Aurora!” Xavier meng

