78

2106 Words

Nandya, sudah 2 hari dia terkurung diruangan itu, tak ada jalan baginya untuk kabur karena jendela kamar yang dia tempati dilapisi teralis besi dan mereka akan membukakan pintu hanya untuk memberi makan dirinya. Dan kini gadis itu duduk diujung ranjang, menggigit jemarinya dengan otak terus berpikir, bagaimana caranya untuk bisa lepas dari tempat ini. “ Berpikir, Nandya! Berpikir Bodoh!” wanita muda itu memukul kepalanya berulang kali, frustasi. “ Lakukan sesuatu!” Ceklek! Suara kunci diputar, pintu terbuka dan menampilkan sosok pria bertubuh besar, berjalan mendekat dan berjongkok didepannya. “ Apakah kau sudah lapar?” pria itu tersenyum sembari meletakkan nampan berisi makanan diatas lantai, “ Ayo makanlah!” Jemari Nandya langsung terulur, meraih nasi serta lauk pauk yang tersa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD