Chapter 22 - Rayuan Berujung Adu Mulut

2062 Words

Mobil sedan berwarna hitam kini tersendat lajunya karena kemacetan yang hampir setiap hari di jalanan ibukota Jakarta. Di dalam mobil tersebut Ibu Anne beserta sekretarisnya duduk di kursi belakang. Sekretarisnya tampak sedang berbincang menggunakan ponselnya dengan seseorang. Sedangkan Ibu Anne sibuk memeriksa laporan bulanan CAVE Company melalui tabletnya. “Baik, saya akan sampaikan pada Ibu Anne,” ucap sekretaris Ibu Anne sebelum mengakhiri teleponnya. “Apa yang dia katakan?” tanya Ibu Anne penasaran. Tania, sekretarisnya, pun menjawab, “Pak Enzi dan Ibu Iva kini sedang dalam penerbangan ke Bali untuk menemui klien.” Ibu Anne melirikkan kedua matanya pada sang sekretaris. “Hanya berdua saja?” “Menurut yang dilaporkan iya mereka hanya berdua saja,” jawab Tania. “Segera minta seseor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD