"Bu, apa Ibu serius bilang ke kak Rere?" Mata Sarah terasa kembali redup. Kepalanya bahkan terasa ingin terpecah menjadi beberapa bagian. Tentu saja, hal gila yang baru disampaikan oleh Ibunya membuat ia depresi. "Kenapa? Itu semua juga demi kepentingan kita semua," balas Jinah yang terlihat santai. Sarah membekap mulutnya tak percaya. Pikirannya tertuju pada Rere yang akan merendahkan ia sejadi-jadinya. Ia pun akan berpikir sama dengan Rere jika mengetahui hal yang asing dan terdengar sangat murahan seperti ini terjadi. "Ibu gak ngelakuin ini buat kita semua, ibu hanya mentingin diri ibu." Sarah memegang kepalanya yang kembali terasa sakit. "Sar, kamu kenapa?" "IBU! SEHARUSNYA IBU GAK BILANG INI ANAKNYA ZAIN!" "INI ANAK AKU DAN ANDRE! BUKAN ANAK ZAIN!" Jinah seketika terdiam di

