Mandala melirik spion di dalam mobil untuk yang ke sekian kalinya untuk memastikan kalau tidak ada masalah dengan wajahnya. Kalau kemarin dia menunggui Anggun dengan was-was karena takut salah alamat, kali ini Mandala lebih santai. Bahkan dia bisa menyalakan musik dan mengikuti irama musik yang berdentum ringan. Setelah melihat sosok Anggun keluar, Mandala merapikan rambutnya –sekali lagi- dan mematikan musik secepat yang dia bisa. Dia langsung bersikap layaknya bos besar yang cool seperti biasanya. “Bapak nunggu lama ya? Maaf ya, Pak. Di dalem tadi ada kericuhan dikit.” Kata Anggun sambil masuk ke dalam mobil dan menutup pintu. “Nggak apa-apa kok. Saya juga baru dateng beberapa menit yang lalu.” Jawab Mandala sesantai mungkin. Kalau disuruh menunggu Anggun berjam-jam pun Mandala tidak

