Rasanya seperti mimpi buruk. Tidak kusangka karma akan datang secepat ini. Padahal rencananya, aku dan Dela akan menangkap basah Sandra dan Bima lalu meledek Sandra habis-habisan karena terjebak friendzone. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Dengan semaunya, Jo duduk di sampingku sambil tersenyum lebar setiap kali Sandra, Dela, dan Bima mengejek kami. “Jodoh nggak kemana ya, Jo?” sorak Bima sambil memakan kacang rebus lalu melemparkan kulitnya ke arah Jo yang hanya tertawa senang. “Mukanya jangan cemberut gitu dong, Ya. Udah disamperin ayang juga,” komentar Sandra yang terlihat sangat bahagia. Demi apapun, aku ingin sekali menghabiskan satu hari tanpa kehadiran Jo, tapi kenapa sulit sekali, sih? Lagian juga urusan kami sudah siap. Aku tinggal hanya mentraktirnya makan di suatu tempat

