“AYA!!!” Tidak perlu menoleh, aku bisa memastikan teriakan heboh yang memanggil-manggil namaku itu berasal dari Dela. “Aya, dari tadi gue panggil kok lo nggak noleh, sih? Malu tau gue!” seru Dela yang akhirnya bisa mensejajarkan langkahnya denganku. “Kalau gue noleh ntar gue yang malu punya teman gesrek kayak lo,” sahutku. Serius, deh aku tidak bohong. Meski tampangnya Dela elegan seperti cici cici crazy rich pada umumnya, Dela sama sekali tidak memanfaatkan keanggunan itu dengan baik. Buktinya, dia sering berlarian seperti sedang dikejar dosen killer sambil berteriak tidak jelas, membuat orang sekitarnya menatap perempuan itu dengan ekspresi aneh. Kalau kalian tertarik untuk mengembangkan bakat mempermalukan diri sendiri, kalian mending minta tutorial ke Dela. Aku bersumpah, level f

