Hawa dingin yang menusuk kulitku membuatku terbangun. Seketika, nyawaku langsung terkumpul sempurna setelah menyadari kalau pintu kamar kosku belum tertutup. Aku menatap sekitar dengan seksama, berusaha memastikan tidak ada satupun barangku yang hilang. Aku membuang napas lega. Fyuh … untung saja tidak ada maling. Aku bisa menangis darah selama setahun penuh kalau saja aku sampai kemalingan. Dengan langkah gontai, aku berjalan menuju pintu. Langit malam terlihat sangat gelap tanpa cahaya bintang maupun bulan. Tak lama, kilatan guntur muncul dengan suaranya yang menggelegar. Pantas saja aku kebangun kedinginan, ternyata sebentar lagi hari akan hujan. Saat pintu sudah tertutup sempurna, hatiku tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang janggal. Entahlah, apa mungkin karena mau hujan yang menduku

