Dalam keadaan basah kuyup, aku masuk ke dalam mobil Jo tanpa sepatah katapun. Tak lama kemudian, Jo menyusul masuk dengan kondisi yang sama--tubuh basah kuyup. Cowok itu tidak segera menyalakan mesin mobil ataupun mengeluarkan satu dua patah kata, membuat seisi mobil hanya dipenuhi suara hujan sebagai penghalau keheningan. Untuk yang kesekian kalinya, aku melirik Jo, mendapati cowok itu hanya duduk diam dengan pandangan kosong lurus ke depan. Aku mengeratkan jaket Jo yang menutupi bagian dadaku, berusaha membuat suara-suara untuk mendapatkan perhatian Jo namun gagal. Baiklah, aku menyerah. Dengan ragu, jari telunjuk ku mencolek ringan tangannya yang langsung membuat Jo terpanjat kaget. “Iya, Ya?” Jo menoleh. Aku membeku sejenak saat mendapati wajah Jo yang terlihat begitu berantakan

