21. tebar pesona

1476 Words

“Jadi, apa rencana kamu?” tanya Jo saat aku hanya berdiam diri menatap mereka dengan pandangan penuh dendam tersirat. “Simple.” Aku menatap Jo. “Sekarang giliran lo.” “Eh, kok tiba-tiba aku?” tanyanya kebingungan. “Aku nggak mau cari gara-gara di pernikahan orang lain loh, Ya.” Aku tersenyum manis, berlagak merapikan dasi kupu-kupu Jo yang sebenarnya sudah sangat rapi. “Lo udah cari gara-gara dari awal lo setuju mau jadi partner kondangan gue,” bisikku. Jo membuang napasnya. “Oke, kamu mau aku ngapain? Ingat, aku nggak akan ngelakuin hal-hal yang berbau fisik.” Aku menjentikkan jari. “Lo cuma perlu pamerin wajah lo yang ganteng itu ke hadapan mereka, tebar pesona. As simple as that.” “Ganteng?” Sontak mood-ku yang baik langsung runtuh seketika. Bisa-bisanya dia lebih tertarik pada k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD