“Jadi, apa rencana kamu?” tanya Jo saat aku hanya berdiam diri menatap mereka dengan pandangan penuh dendam tersirat. “Simple.” Aku menatap Jo. “Sekarang giliran lo.” “Eh, kok tiba-tiba aku?” tanyanya kebingungan. “Aku nggak mau cari gara-gara di pernikahan orang lain loh, Ya.” Aku tersenyum manis, berlagak merapikan dasi kupu-kupu Jo yang sebenarnya sudah sangat rapi. “Lo udah cari gara-gara dari awal lo setuju mau jadi partner kondangan gue,” bisikku. Jo membuang napasnya. “Oke, kamu mau aku ngapain? Ingat, aku nggak akan ngelakuin hal-hal yang berbau fisik.” Aku menjentikkan jari. “Lo cuma perlu pamerin wajah lo yang ganteng itu ke hadapan mereka, tebar pesona. As simple as that.” “Ganteng?” Sontak mood-ku yang baik langsung runtuh seketika. Bisa-bisanya dia lebih tertarik pada k

