CDS 05

540 Words
Dan akhirnya Ririn sahabat Indah pun, mulai mendekatkan Indah dan Dian.. "Di coba saja Indah, mungkin saja Dian beda dengan Singgih." Ucap Ririn. "Tapi Rin, aku belum siap." "Bismillah, sampai kapan coba kau mau menutup diri seperti ini, haa?" Indah terdiam mendengar ucapan sahabat nya yang menurutnya benar adanya.. "Tapi menurutmu, apa Dian beneran suka sama aku?" Tanya Indah. "Menurutku sih iya. Makanya aku bilang, jalani saja dulu kalau memang kalian tidak cocok yang lepas." "Semudah itu kau berucap Rin." Ucap Indah "Heheheheh" Ririn tertawa kecil. "Aku hanya pandai dalam berucap tapi tidak tau dengan tindakan." Ucap nya kemudian. "Kamu itu yah." ????? Tiap ada kesempatan Dian selalu menghampiri Indah ke kamar kos nya. Bercerita, bercengkrama bersama. Dan Dian pun selalu ada saat Indah membutuhkan sesutu. Contohnya jika Indah kehabisan stok bahan di kos, dan sibuk bekerja maka Dian lah yang membelikan semuanya pada Indah, tapi dengan uang Indah sendiri, bukan dengan uang Dian.. Karna kebaikan dan ketulusan Dian, akhirnya Indah pun luluh dengan semua tingkah laku yang Dian tunjukan. Dan pada bulan Februari tahun 1998 Indah dan Dian resmi berpacaran.. "Terima kasih." Ucap Dian kala Indah menerima pernyataan cintanya. "Tidak usah berterima kasih. Tapi buktikan lah ucapan-ucapan mu dan janji mu." Ucap Indah "Aku akan membuktikan nya Indah, aku akan menjadi kekasih mu yang setia dan selalu ada untuk mu.. Percayalah!!" "Amin." Jawab Indah singkat. Hari hari kembali di lalui Indah dengan perasaan bahagia, Dian selalu ada untuk nya. Selama berpacaran Dian selalu menjadikan Indah sebagai ratu. Apa pun Dian berikan, asal itu bisa membuat Indah bahagia. Tapi Indah, tetap lah wanita yang sederhana simpel tidak ingin meminta sesuatu apa pun pada Dian. Karna Indah tahu, betapa susah nya cari uang, dan dia tidak ingin Dian membuang uang nya hanya untuk Indah seorang. Saat hubungan mereka sedang baik baiknya, mulai lah muncul pertentangan dari ibu kos dan saudara-saudara Dian yang perempuan "Ibu, bagaimana pun caranya kita harus memisahkan Dian dan Indah." Ucap salah satu kakak Dian. "Iya betul ibu. Aku setuju, kita harus memisahkan mereka. Karna apa kata orang jika Dian berpacaran dengan orang dari kampung." Ucap kakak Dian yang lain. "Ibu juga sedang berpikir ini. Karna ibu tidak ingin malu di hadapan orang-orang." "Ayo ibu cepat ambil keputusan. Kalau perlu kita ke kamar kos Indah dan kasih dia teguran." "Iya bu, apalagi Dian kan ingin kita jodohkan dengan anaknya Haji, bu." "Tidak boleh." Bentak Dian yang tiba tiba saja ada di antara saudara-saudaranya dan juga ibunya. "Apa maksud mu Dian?" Tanya Ibunya "Aku mencintai Indah, dan aku tidak ingin di jodohkan dengan anak nya pak Haji." "Tidak bisa seperti itu kak!!" Ucap saudara Dian. "Saudara mu benar, kau tidak bisa seperti itu. Kau tahu sendiri kan Indah cuman gadis desa, dan pak Haji itu orang kaya. Anak nya pak Haji lebih pantas unuk mu dari pada sih Indah itu." "Sekali aku bilang tidak yah tidak." Bentak Dian. "aku cuman suka nya sama Indah tidak dengan yang lain." Ucap nya lalu berjalan meninggalkan keluarga nya. "Jadi bagaimana ini bu?" Tanya kakak Dian. "Bagaimana pun caranya, kita harus memisahkan mereka, ibu tidak sudi jika Dian pacaran dengan gadis kampung itu, apalagi jika sampe Dian menikahinya. Sungguh ibu tidak sudi." Jawab Ibu Dian sambil menyipitkan matanya. Menatap sinis ke arah pintu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD