07

583 Words
Hari berganti minggu, dan telah berganti menjadi bulan. Indah melalui hari hari nya sama seperti biasa. Hingga suatu hari Tanpa sengaja Indah bertemi dengan kakak ipar Dian. "Indah." Sapa Ipar Dian. "Eh kakak." "Indah, kamu baik baik saja kan?" Tanya nya. "Iya kak. Kalau kamu kak?" Tanya Indah balik. Ipar Dian sangat berbeda dengan saudara saudara Dian. Ipar Dian menerima siapa pun yang menjadi pilihan Dian nantinya. Berbeda dengan saudara Dian. Yang hanya mementikan bibit bobot dan bebet. ? "Syukurlah, kalau kamu baik baik saja. Indah ada yang ingin ku katakan padamu." Ucap ipar Dian lalu menarik tangan Indah agar ikut duduk di samping nya. "Ada apa kak? Sepertinya kau terlihat panik? Apa ada masalah?" "Indah, ibu mertuaku. Ibunya Dian, dia mencarikan Dian dukun, agar kamu dan Dian bisa pisah." Jelasnya. "Haaa?? Kakak pasti bercanda kan?" "Aku serius Indah. Ibu mertuaku berkali kali mendatangi dukun untuk supaya bisa memisahkan kalian." "Kakak tau ini dari mana?" "Dari istriku. Dan aku mendengar sendiri istriku berbicara dengan ibu, pas saat mereka ingin pergi ke dukun." "Astagfirulla," Ucap Indah sambil mengelus d**a nya. "Segituh nya kah mereka tidak suka padaku. Hingga segala cara rela mereka halal kan. Aku kira mereka orang yang berpendidikan, tapi ternyata nol besar." "Aku harap kamu baik baik saja Indah. Dan aku harap kamu harus hati hati. Karan aku tidak mau kamu menjadi korban nya ibu dan istri ku." "Iya kak. Makasih yah sudah di tanyakan tentang kelakuan ibu yang tak berpendidikan itu." "Iya Indah. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Tapi tolong Indah, jangan katakan pada siapa pun jika aku memberi tahu mu tentang ini semua." "Iya kak. Kakak bisa percaya padaku." Jawab Indah. "Baik Indah, aku pamit dulu." Setelah bertemu dengan ipar Dian, Indah terus saja memikirkan tetang hubungan nya dengan Dian.. Apa yang harus Indah lakukan agar semua bisa baik baik saja. Tanpa ada yang menjadi korban nantinya.. Karna terus saja berpikir akhrinya rasa kantuk pun datang mengahampiri. Dan akhirnya Indah tertidur.. Keesokan harinya. Indah memberi kabar kepada Dian. Agar bisa bertemu. Dian yang mendapat kabar akhinya datang berkunjung ke kos Indah. Untung saja hari ini Indah sedang libur bekerja, jadi hari ini Indah sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan nya dengan Dian. Karna Indah tidak ingin ada korban nantinya akibat perbuatan ibu Dian. Semalam setelah Indah tertidur, Indah bangun di sepertiga malam nya, meminta doa agar bisa mengambil langkah yang benar tanpa ada rasa penyesalan nantinya.. "Assalamualaikum." Sapa Dian sambil mengetuk pintu kos Indah. "Wa'alaikum salam." Jawab Indah lalu membuka pintu. "Hay, apa kabar sayang?" Tanya Dian sambil tersenyum ke arah Indah. "Duduklah, ada yang ingin ku katakan." Ajak Indah, agar Dian duduk di kursi teras. Saat Indah dan Dian tengah duduk bersampingan tapi ada meja di antara keduanya yang memisahkan. Indah langsunh membuka suara. "Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini." "Maksud mu?" "Aku ingin kita putus, Dian." "Hahahah,." Dian tertawa mendengar ucapan Indah yang menurutnya sedang bercanda. "Kenapa tertawa?" Tanya Indah "Aku ketawa karna tahu kau sedang bercanda." "Aku serius. Aku ingin kita putus, aku ingin kita mengakhiri semuanya sampai di sini!!" "Tapi Indah, apa alasan mu. Bukan kah kita berdua sama sama saling menyukai dan mencintai." "Tapi aku tidak ingin, kau mendapat masalah dengan ibumu. Aku tidak ingin melihat mu menjadi anak durhaka, yang lebih memilih ku dari pada ibu kandung mu sendiri." Indah beralasan. "Tapi Indah..." Ucap nya terpotong "Maaf Dian, hubungan ini cukup sampai disini. Aku harap kau bisa mengerti dengan semua keadaan nya." Ucap Indah lalu berdiri dari duduknya.. "Aku masuk dulu, kamu pulang saja."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD