Pagi-pagi sekali Song Lianyu sudah berdiri di belakang asrama sembari menikmati embusan angin yang menerpa. Kedua matanya terpejam menikmatinya. "Segar sekali udaranya!" ujarnya.
"Lianyu, makan dulu yok! Nanti kau kelaparan," panggil Han Shiyi dari belakang.
Song Lianyu menoleh, lalu mengangguk. Dia berjalan masuk ke dalam ruangan kembali bersama Han Shiyi.
Di dalam kamar asrama Han Shiyi sudah menyiapkan beberapa masakan yang diambilnya dari dapur asrama. Aroma enak yang terbawa angin dan juga udara yang mengepul dari makanan menambah selera makan Lianyu.
"Ayo dimakan, jangan diliatin aja," ujar Han Shiyi, lalu mengambil mangkuk dan sumpit, kemudian memasukkan potongan makanan yang dia sukai ke dalam mangkuk.
"Baiklah." Song Lianyu mengambil makanan yang disukainya, lalu memakannya dengan perlahan.
"Masakannya enak sekali!" pujinya di sela-sela makan.
"Tentu saja enak. Kepala dapurnya sangat mahir dalam hal memasak!" jawab Han Shiyi.
"Lianyu, kau jadikan mau mendaftar ke sekte Bunga Salju?" tanya Han Shiyi lagi. Iya, menurutnya enak kalau Lianyu bisa menimbah ilmu di sekte yang sama juga, selain itu Song Lianyu tak perlu memikirkan soal tempat tempat untuk beberapa tahun ini.
Song Lianyu mengangguk dengan semangat. "Tentu saja aku jadi mendaftar. Hanya saja yang aku pikirkan itu, apakah pemimpin agung sekte memperbolehkan aku menjadi murid baru? Apalagi ini sudah telat dua bulan dari kalian," ujarnya.
"Dan juga aku pastinya sudah banyak ketinggalan pelajaran," sambungnya dengan wajah yang tampak sedih.
"Aku akan temanimu untuk mendaftar. Jangan khawatir soal itu, dua minggu yang lalu saja ada murid baru yang mendaftar dan diperbolehkan asal syaratnya memenuhi," jawab Han Shiyi.