Chapter 8 - Derita

322 Words
Setelah puas melihat-lihat, Song Lianyu diajak untuk tidur berdua dengan Han Shiyi. Kebetulan kasurnya juga lumayan luas, bisa digunakan untuk berdua. Song Lianyu mengganti hanfu yang dipakainya dengan hanfu yang dibawanya. Tak enak kalau pakai hanfu punya orang, Bisa-bisa ukurannya tidak pas. Di asrama putri juga tersedia ruang untuk mandi secara tertutup, tapi bisa juga kalau mau mandi bersama ramai-ramai, di sini juga disediakan kamar mandi umum untuk murid perempuan. Song Lianyu melirik sekilas Han Shiyi yang sudah tertidur lelap. Gadis itu tampak tidur dengan damai. "Mudah sekali Shiyi tertidur," ujarnya lalu tersenyum sebentar. Lianyu menggunakan lengan sebagai bantal sementara waktu. Tatapannya mengarah pada langit kamar. "Aku harus pergi ke mana besok hari?" tanyanya dengan wajah bingung. "Aku ini tak lebih dari anak yang dipungut, lalu dibuang kembali di jalanan," ujarnya beberapa saat kemudian dengan nada getir. "Kenapa hidupku tak diharapkan orang? Bahkan orang tua kandungku pun membuangku di jalanan." Lagi-lagi air matanya menetes membasahi wajahnya dan juga membasahi kasur. Han Shiyi tak sengaja terbangun pun juga mendengar apa yang dikatakan oleh Song Lianyu. Aku tak tahu kalau hidup Song Lianyu sangat menyedihkan sekali. Di dunia ini tak ada yang lebih sedih dan menyakitkan dari kedua orang tua yang tak mengharapkan kelahiran kita. Ingin rasanya aku memberinya pelukan hangat, namun itu akan ketahuan kalau aku terjaga dan bukannya tidak mungkin Lianyu akan merasa malu karena aku mendengarnya, batin Han Shiyi berpikir. Hingga akhirnya Song Lianyu tertidur karena kelelahan menangis, tapi hatinya lebih merasa lega karena menumpahkan isi hatinya. Han Shiyi bangkit dari posisi tidurnya, dia melihat Song Lianyu yang tertidur kelelahan. Dia menarik selimut, lalu menyelimuti gadis itu dengan perhatian. Shiyi seperti memperlakukan Lianyu sebagai adik perempuannya sendiri. Rambut panjang yang berantakan juga Shiyi rapikan. "Ah, sudah berapa lama aku tak begini?" batin Shiyi. "Tidur yang nyenyak Lianyu. Lupakan sejenak semua masalah yang terjadi. Aku yakin kau akan mendapatkan kebahagiaanmu sendiri," ujar Shiyi mengusap rambut Lianyu dengan lembut. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD