Chapter 7 - Kamar Asrama

231 Words
Song Lianyu mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar asrama dengan tatapan kagum. Dia tak menyangka kamar asrama murid perempuan ternyata lebih indah dari kamar murid laki-laki. Di bagian tengah, tepatnya di ujung ruangan air terjun kecil yang airnya senantiasa mengalir. Tampak beberapa bunga teratai berada di atas sungai versi kecil. Tak hanya itu, di sana juga ada hiasan yang lain seperti pohon-pohon tiruan dan lain sebagainya. Satu kamar asrama ini jika sewa di penginapan membuat beberapa tael perak. Aroma bunga persik tercium di dalam ruangan. Song Lianyu bertanya-tanya apakah aroma ini juga pemberian dari sekte Bunga Salju untuk murid-muridnya? Atau murid-murid yang membeli sendiri? "Selamat datang di kamarku Lianyu!" sambut Han Shiyi dengan ramah dan ceria. "Terima kasih Shiyi. Kamarmu benar-benar indah dan juga rapi," komentar Song Lianyu seraya berjalan ke sekeliling ruangan. "Benarkah? Aku suka mendengarnya," jawab Han Shiyi lalu ikut berjalan di samping Lianyu. Tatapan Shiyi pun beralih pada keranjang rotan yang dibawa oleh Song Lianyu. Di dalamnya ada busur dan beberapa anak panah dan juga ada satu buntelan yang terbuat dari kain, yang Shiyi tebak pasti pakaian atau mungkin uang dan juga beberapa buku. Shiyi menyentuh keranjang rotan dan melepaskannya dari punggung Song Lianyu. "Lianyu, apa kau tak merasa berat membawa keranjang ini di punggungmu? Biarkan aku menyimpannya untuk sementara waktu," ujarnya. "Baiklah, boleh. Tolong simpan untuk sementara waktu ya," jawab Song Lianyu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD