Hah, sudahlah kenapa aku mengingat halal buruk itu sekarang? Lagipula mereka pasti sudah bahagia bersama putra kandung mereka, pikir Song Lianyu berusaha untuk melupakan kejadian-kejadian yang tak menyenangkan itu.
Song Lianyu tersadar dari lamunannya saat beberapa pasang mata menatap ke wajahnya. "Kenapa menatapku begitu?" tanyanya dengan bingung.
"Nona kami sudah mendengar bahwa kau yang menyelamatkan teman kami Feiye. Kami ucapkan banyak terima kasih."
"Hm, bisakah kami tahu siapa nama dirimu Nona?" tanya Han Shiyi dengan ramah. Wajahnya yang awalnya kesal karena mendengar Mu Chen yang menjahati temannya Long Feiye, kini saat bicara dengan Lianyu ekpresi wajahnya menjadi lembut dan ramah.
Song Lianyu menunjuk dirinya sendiri. "Namaku Song Lianyu, kalian bisa panggil aku apa saja," ujarnya dengan senyuman tipis di wajahnya yang cantik dan putih.
"Halo, Lianyu. Namaku Han Shiyi dan ini namanya Bai Quan," ujar Han Shiyi mengenalkan Lianyu pada sosok laki-laki yang masih kelihatan sebal.
"Salam kenal ya, Shiyi..." Sebenarnya dia juga ingin mengucapkan salam perkenalan pada pria berambut merah bata, tapi dia urungkan karena laki-laki itu tampak terlihat menyeramkan. Lianyu tak mau jadi sasaran kemarahannya itu.
"Lianyu, aku dengar dari Feiye kau ingin mencari tempat penginapan, ya?" tanya Han Shiyi yang dijawab anggukan singkat Song Lianyu.
"Iya, harusnya begitu," jawab Lianyu.
"Itu tak perlu malam ini kau bisa menginap di kamar asramaku. Jangan khawatir kamarnya cukup luas bisa muat tiga sampai empat orang di dalamnya," jelas Han Shiyi.
"Sungguh tidak apa-apa aku menginap di kamarmu? Aku takut kau merasa terganggu karena kehadiranku," ujar Song Lianyu sedikit ragu karena yang pertama mereka baru kenal beberapa saat yang lalu dan sekarang Lianyu akan menginap di kamarnya.
Han Shiyi tertawa pelan, lalu tangannya terulur menepuk pundak Song Lianyu pelan. "Tentu saja tidak. Ayo ke kamarku, sebentar lagi akan ada guru yang keliling kamar asrama dan kita akan dimarahi karena masih berada di luar," ujar Han Shiyi menarik tangan Song Lianyu. Sementara itu Long Feiye menggeleng saja karena tingkah laku Han Shiyi yang tak berubah yaitu suka menarik tangan orang, sedangkan Bai Quan memberikan nasihat pada Long Feiye agar melawan dan jangan diam saja.
***
Song Lianyu lagi-lagi terpana melihat pemandangan yang ada di sekitarnya. Penatahan taman bunga yang cocok dan desain yang unik. Pohon-pohon berbunga merah muda tampak sedang mekar ditambah di sekitar ada cahaya lampu yang ikut menerangi membuatnya gemerlap. Aroma harum bunga bisa tercium di indra penciuman.
Di depan ada halaman yang luas yang sepertinya digunakan untuk tempat latihan para murid di sini, batin Song Lianyu menduga.
"Lianyu, besok pagi kau bisa melihat semua hal di sini dengan puas, tapi malam ini tunda dulu ya. Nanti kita dimarahi oleh guru," tegur Han Shiyi karena dia menyadari sebab Song Lianyu jalannya lambat karena gadis itu sibuk memandangi ke sekitar.
"Oh, ya maaf," jawab Song Lianyu mengusap kepalanya pelan.
Tepat berselang sepuluh menit, guru yang bertugas keliling kamar asrama mulai beraksi. Guru wanita berbadan gemuk dan terbilang seksi itu berjalan di koridor asrama sambil membawa lampion bercahaya kuning. Dia memastikan tak ada satupun murid yang berkeliaran bebas.