Siang itu, Long Feiye sedang membaca buku mengenai cara meningkatkan kultivasi di halaman belakang asrama. Suasana saat itu damai dan tenang sampai Sun Tian tiba-tiba datang menganggu ketenangan itu.
"Lihatlah sampah yang tidak berguna itu! Dia masih ingin membaca buku cara meningkatkan kultivasi padahal sudah tahu dia tak punya sedikit pun energi spiritual!" ujar Sun Tian dengan nada ejekan sementara itu jari tangannya menunjuk Feiye.
"Dasar tidak tahu malu!" teriak yang lainnya.
Long Feiye tidak menanggapi. Dia dengan tenang melanjutkan bacaannya. Sun Tian yang tidak melihat adanya balasan langsung merampas buku itu dan membuangnya ke tanah. Saat ini Long Feiye ingin kembali ke kamar asramanya melanjutkan kembali membaca buku daripada meladeni Sun Tian. Laki-laki berambut hitam panjang itu memungut bukunya, lalu pergi meninggalkan Sun Tian bersama rombongannya.
"Berani sekali kau mengacuhkanku!" teriak Sun Tian dengan wajah merah padam.
Pria berambut biru tua itu mengepalkan tangan kuat. "Sialan kau anak sampah! Tak tahu diri! Malah berlagak sombong!" teriaknya dengan kemarahan.
"Bos harus membalas tingkah laku kurang ajar anak cacat itu!" sahut teman satu gengnya menghasut Sun Tian.
Tatapan Sun Tian mengarah pada Long Feiye yang kini sudah berbelok dalam perjalanan menuju ke kamar asrama, bibirnya membentuk seringai menyeramkan. "Lihat saja nanti! Apa yang aku lakukan pada anak sampah itu!"