"Udah selesai belum, Yang?" tanya Pandu yang baru saja datang ke kubikel Larissa dengan tas ransel yang ia gendong pada punggungnya.
"Bentar dulu ya. Kurang dikit lagi nih kelar. Soalnya harus aku kirim ke Bu Indira paling lambat nanti malam," ucap Larissa yang hanya mengalihkan pandangannya kepada Pandu sejenak dan kemudian kembali lagi menatap layar komputer di meja kerjanya.
"Oke aku tungguin kok. pegawai yang lain udah pada pulang?" tanya Pandu sembari duduk pada kursi meja kerja Nisa atau rekan kerja Larissa yang berjajar dengan meja kerja Larissa.
"Oke siap! Tadi Mas Janu katanya mau ngelembur sih. Tapi mau jemput ibunya dulu di Stasiun Gambir," jawab Larissa sembari meregangkan kedua tangannya.
"Lho ibunya Mas Janu mau dibawa ngelembur juga?" tanya Pandu dengan mengerutkan keningnya.
"Ya nggak dong, Yang! Ya kali mau diajak ngelembur di kantor. Kurang kerjaan banget ntar ibunya disini. Mendingan istirahat di rumah aja. Lagian barusan perjalanan jauh dari Solo juga," ucap Larissa dengan gemas mendengar pertanyaan non sense dari sang kekasih.
"Hahaha! Aku kan tanyanya cuma buat candaan, Yang. Kamu nih kalau lagi PMS emang lucu banget kalau digodain," sahut Pandu dengan terkekeh dan mengusap lembut rambut kekasihnya.
"Ya kamu juga kok pertanyaannya aneh banget," ucap Larissa dengan senewen dan menatap malas ke arah Pandu.
"Iya deh iya, aku yang salah kok," ucap Pandu dengan pasrah dan menyerah untuk menggoda kekasihnya lagi.
"Hmm, Oh iya nanti kita jadi ke butik buat cari baju pernikahan, Yang?" tanya Larissa sembari membereskan meja kerjanya.
"Butiknya buka sampai jam berapa, Yang?" tanya Pandu sembari menatap Larissa lekat.
"Aku kurang tahu juga sih. Coba kamu searching aja, Yang. Takutnya ntar kita udah macet-macetan buat kesana tapi malah tutup" ucap Larissa dengan menunjuk handphone yang berada digenggaman Pandu.
"Cari baju pengantinnya harus banget hari ini, Yang?" tanya Pandu sembari mengotak-atik handphone di genggamannya.
"Emangnya kamu ada acara lagi kah nanti malam?" tanya Larissa dengan menatap Pandu menelisik.
"Aku free kok hari ini. Cuma aku takutnya kalau butik-butiknya udah pada tutup. Soalnya ini Butik Almira udah tutup, Yang" ucap Pandu sembari menunjukkan layar handphone nya kepada Larissa, "harus banget di Butik Almira ya, Yang?"
"Emang udah kesorean sih ini. Belum lagi perjalanan buat ke butiknya ntar kena macet karena jam pulang kantor. Enaknya gimana, Yang?" ucap Larissa sembari mengerucutkan bibirnya.
"Kalau mau cari amannya dan lebih santai buat cari-carinya mendingan besok ini aja, Yang. Mumpung besok weekend juga. Soalnya kalau kita cari setelah ini takutnya nggak sampai ke tempatnya. Tahu sendiri kan kalau udah kena macet bisa berjam-jam sendiri," ucap Pandu dengan lembut dan tersenyum tipis.
"Besok kamu emangnya nggak ada acara? Kan biasanya weekend mama dan papa datang kan?" tanya Larissa mengkonfirmasi kesediaan waktu Pandu untuk dirinya.
Bukannya Larissa ingin egois dan mengharuskan Pandu ada disampingnya terus. Tapi Pandu sering menjanjikan sesuatu dan berakhir batal karena urusan mendadak dengan orang tuanya ataupun keluarganya yang memang selalu rutin menjenguk Pandu dan adik perempuannya yang merantau ke Jakarta. Jadi Larissa ingin memastikan saja apakah Pandu benar-benar bisa pergi bersamanya besok atau tidak. Jika Pandu tidak bisa pergi bersamanya, Maka ia akan memanfaatkan waktu weekend nya untuk bermalas-malasan di kos-kosannya.
"Mama sama papah kan baru di Bali, Yang. Kayaknya sih nggak bakalan jengukkin aku sama Ana untuk minggu ini," jawab Pandu dengan terkekeh, "kamu lupa ya?"
"Ya tuhan! Oh iya ya, kok aku bisa lupa sih! Padahal kemaren mama ngasih kabar ke aku juga kalau mau berangkat ke Bali," ucap Larissa sembari menepuk jidatnya.
"Hahaha, Nggak kok, Yang. Aku tahu kamu baru banyak pikiran tentang pernikahan kita dan divisi keuangan juga baru sibuk-sibuknya buat pembukuan akhir tahun juga kan," ucap Pandu dengan lembut dan tersenyum lebar.
"Kamu kan juga sama aja baru sibuk saat akhir-akhir ini buat cari tender baru. Semoga urusan kita baik untuk pernikahan dan pekerjaan nggak ada kendala ya, Yang" ucap Larissa dengan menyunggingkan senyumannya.
"Amin deh! Bisa lancar untuk keduanya buat kita berdua ya. Kamu udah selesai kan, Yang?" tanya Pandu sembari merangkul lengan kekasihnya dengan sayang.
"Amin Amin! Udah kok ini, Yang" jawab Larissa sembari mengangkat tote bag kulitnya yang berwarna hitam.
"Oke. Kita cari makan malam bareng dulu aja ya. Kamu mau makan apa?" tanya Pandu sembari membawakan tote bag milik Larissa dan menggandeng tangan kekasihnya untuk keluar dari gedung kantor mereka.
"Ehm, Aku pingin yang hangat-hangat gitu deh, Yang. Baru hari pertama halangan nih. Jadinya perutku agak nggak enak kayak biasanya gitu," ucap Larissa sembari mengeratkan genggaman tangan mereka berdua.
"Mau menu apa? Ramen? Soto? Atau seblak?" tanya Pandu menawarkan beberapa pilihan menu makanan andalan mereka berdua jika makan bersama selama satu setengah tahun menjalin hubungan bersama.
"Gimana kalau mampir di Grand Indonesia aja, Yang? Kan itu pilihannya banyak. Deket pula dari sini. Sembari kita nunggu macetnya berkurang deh," ucap Larissa dengan menatap Pandu.
"Boleh, Yang. Mau jalan aja apa sekalian bawa mobil?" tanya Pandu saat mereka sudah memasuki lift.
"Aku ngikut kamu aja enaknya gimana, Yang" ucap Larissa dengan tersenyum sumringah.
"Kita lihat dulu ya. Jalanan depan kantor macet atau nggak. Kalau sekiranya kita nggak bisa keluarin mobil. Jalan kaki nggak papa kan?" ucap Pandu.
"Siap Pak Pandu. Lagian jalannya juga cuma satu menitan kan. Masih kuatlah aku," ucap Larissa dengan memberikan hormatnya kepada Pandu dan disambut tawa dan cubitan gemas dari Pandu pada pipinya.
Setelah berjalan selama dua menitan, akhirnya mereka sampai juga di Grand Indonesia. Mereka langsung menuju kearah Food Court karena Grand Indonesia saat ini sangatlah ramai. Ya mengingat ini adalah awal bulan, jadi banyak para pegawai yang berlalu lalang. Ya, terang saja mereka baru saja gajian. Hal tersebut juga berlaku kepada Pandu dan Larissa. Memang momen awal bulan adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh para b***k korporat.
"Untuk natal nanti kamu ada rencana pulang ke Manado, Yang?" tanya Pandu sembari menatap Larissa yang sudah duduk dihadapannya.
"Kayaknya gitu deh, Yang. Soalnya kemaren Ibu udah request untuk pulang saat kita lamaran," ucap Larissa dengan menatap Pandu lembut.
"Ya udah deh. Lagian kamu juga udah nggak pulang satu tahun. Kasian ibu juga kalau ngerayain natal cuma sama abigail yang sibuknya minta ampun karena tugasnya jadi perawat. Nanti aku bilang ke mama deh kalau kamu nggak bisa ikut ngerayain natal sama kita untuk tahun ini," ucap Pandu dengan tersenyum lembut dan mengusap lembut tangan kekasihnya.