bc

Love You Brondong

book_age18+
243
FOLLOW
2.2K
READ
others
sex
one-night stand
love after marriage
forced
pregnant
drama
sweet
genius
first love
like
intro-logo
Blurb

Mature Contents (21+)

Segala upaya rela aku lakukan demi uang, semua job aku terima asal tidak mengganggu jam kuliah ku. Bahkan sekarang aku punya pekerjaan utama yang tidak membuat otak cerdasku bekerja keras. dan pekerjaan itu adalah menjadi hadiah pemenang arisan tante2 yang terkumpul dalam group sosialitanya.

Jaman sekarang ibu2 istri pejabat dan pengusaha sukses memang selalu membuat group sosialita, dari yang muda sampai yang tua pasti ada perkumpulan sosialita itu. Melihat itu aku berharap jika suatu saat nanti aku suskses tidak mendapatkan istri seperti mereka yang hanya mengerti menghabiskan uang suaminya saja. bahkan rela mengglontorkan banyak uang untuk membayarku demi kesenangan dan kenikmatan sesaat.

Jangan salah dulu guys.. Aku emang bisa disebut Gygolo (p*****r pria) namun aku punya syarat untuk pekerjaan ku. Aku hanya mau Make Out No Make Love bahkan kissing pun aku menolak. Aku hanya mau menyentuh menjilati seluruh tubuh mereka sampai mereka meraih pelepasan.

Dan syarat itu selalu aku ajukan didepan pada setiap tante yang mendapatkan arisan. jika mereka minta lebih aku akan menolaknya dan mengundurkan diri. namun karena parasku jadi tidak ada yang menolak ku. aku hanya akan meminta upah ku setelah mereka setuju baru aku service merek. jadi setelah mereka puas dengan service make out yang aku berikan aku langsung bergegas meninggalkan mereka karena upah sudah di tanganku.

Dan jika mereka menginginkan aku lagi dikemudian hari akan aku layani dengan syarat yang sama namun dengan tarif yang berbeda. Aku mau melakukan semua itu demi pendidikanku dan juga hidupku yang sebatangkara di Jakarta.

Sama seperti pria normal lainnya, aku juga ingin merasakan jatuh cinta, mencintai, dicintai dan tentu saja bercinta karena itu aku tidak mau make love dengan para pelangganku. Aku hanya akan melakukannya dengan dia. Siapa? entahlah.

Aku Pradibta Elviro Yusuf

chap-preview
Free preview
Penuh Harap
Setelah dinyatakan diterima dengan beasiswa dikampus ternama Jakarta itu, Viro segera pulang menemui ibunya yang sedang sakit agar menjadi semangat ibunya untuk segera sembuh. "Assalamu'alaikum... bu.. Viro pulang..." kata Viro sembari memasuki rumah kecil keluarganya itu dan langsung menuju kamar ibunya. "Walaikum salam nak.. gimana hasilnya?" tanya ibu lemas. Viro tersenyum hangat menatap ibunya "Alhamdulillah bu.. Viro diterima di fakultas teknik, seperti yang viro mau" jawab Viro penuh semangat. "Alhamdulillah Yaa.. Allah.. terimakasih.." ucap syukur ibu pada Tuhan. "Akhirnya kamu bisa meraihnya dengan kemampuanmu sendiri nak.. ibu bangga padamu. Semoga Allah senantiasa memberimu kemudahan dalam meraih suksesmu ya nak.. aamiin" doa tulus ibu untuk putra semata wayangnya itu. "aamiin aamiin aamiin yaa Robbal alamiin Yaa Allah..." Sahut Viro mengamini do'a ibunya. Hari hari menunggu masuk kuliah, sakit yang diderita ibunya semakin parah. Viro yang mengisi waktu luang dengan bekerja di sebuah kafe itu semakin tidak tenang bekerja. Semenjak ibunya sakit dan berhenti bekerja menjadi ART di komplex perumahan elit dekat tempat tinggalnya itu, Viro memutuskan untuk bekerja paruh waktu sambil sekolah untuk mencukupi biaya hidup bersama ibunya dan untuk biaya berobat ibunya. Ungtungnya ujian nasional kelulusan sudah dilalui jadi viro sudah tidak wajib masuk sekolah dan bisa fleksibel dengan jam kerjanya di kafe itu. Semenjak kematian ayahnya 5 th yang lalu, hidup Viro dan ibunya menjadi semakin sulit. Bagaimana tidak? jika selama ini saja sudah cukup sulit hidup mereka dengan gaji ayahnya yang bekerja sebagai supir pribadi seorang anak pejabat. Sebenarnya tidak akan sulit jika saja tidak digunakan untuk biaya berobat nenek Viro yang tinggal bersama mereka. Setelah nenek meninggal, mereka belum dapat bernafas lega karena terlalu banyak hutang yang harus dibayar untuk biaya pengobatan nenek yang tidak sedikit itu. Demi mencukupi hidup dan pendidikan anak semata wayangnya itu, ibu bekerja menjadi ART. Dan tentu saja disetiap kesuliatan pasti ada kemudahan. Dan kemudahan itu terdapat pada pendidikan Viro yang selalu mendapat beasiswa di sekolahnya. Viro anak lelaki yang cerdas dan sederhana. Viro juga anak yang sangat pengertian dengan kondisi keluarganya. Viro rela tidak memiliki benda2 mahal seperti yang dimiliki teman2nya kala itu.Selama ini Viro hanya fokus dengan pendidikannya saja agar bisa meraih beasiswa di universitas yang dia inginkan. Bahkan HPpun baru ia miliki semenjak bekerja, bukan HP seri terbaru yang ia beli tapi HP keluaran lama, asal masih bisa digunakan dengan baik untuk komunikasi dan mengenal sosmed. "kok,, perasaan gue mendadak ga enak gini sih.. kenapa ya..?? semoga ga ada apa2 Yaa Allah.. aamiin" batin Viro sambil mengelap meja yang telah dipakai tamu. "Vir.. didepan ada yang cari elo.. katanya tetangga elo" kata salah satu teman kerjanya. dan Viro bergegas menemui tetangganya dengan perasaan penuh khawatir, karena pikirannya langsung tertuju pada ibunya yang sedang sakit di rumah. "Ada apa bang?" tanya Viro gugup pada Bang Rama tetangga sebelah rumahnya yang seumuran dengannya. "Ibu elo.. pingsan tadi waktu ambil jemuran, dan langsung dibawa kerumah sakit sama warga" belum sempat melanjutkan kalimatnya Viro langsung kembali masuk ke kafe untuk meminta ijin pulang karena ibunya masuk rumah sakit. Beruntungnya Viro bekerja dengan Bos yang sangat baik pengertian dan juga fleksible pada semua pegawainya yang rata2 memang masih pelajar dan mahasiswa yang butuh pekerjaan untuk membantu orang tuanya. "Ayoo bang tolong anterin gue ke rumah sakit, gue udah dapet ijin dari bos" pinta Viro pada Bang Rama. Dan merekapun langsung menuju rumah sakit tempat ibunya di rawat. Sesampainya di UGD rumah sakit Viro disambut beberapa tetangganya yang mengatakan ibunya masih diperiksa dokter. Viro langsung mencari brankar ibunya dan ternyata masih dalam pemeriksaan dokter. Dokter keluar setelah memeriksa dan langsung diserang pertanyaan oleh Viro. "Bagaimana kondisi ibu saya dokter? apa ada yang bahaya? ibu saya tidak sedang sakit parah kan Dokter?" tanya Viro panik "Bisa kita bicara diruangan saya saja?" tanya dokter yang nama di nametagnya dr Burhan. Viro mengangguk dan mengikuti kemana dr Burhan melangkah. Setelah sampai ruangan Viro segera duduk dan langsung bertanya pada dr Burhan "Jadi gimana dok..? dengan ibu saya?" "begini...?" jawab dr terhenti karena tidak tau nama anak dari pasiennya. "Saya Viro dr.." sahut Viro yang paham akan berhentinya kalimat dr Burhan. "iyaa Viro.. menurut observasi saya jika melihat gejala yang diberikan ibu kamu, kemungkinan besar Tumor Otak" Jeddduuuaaarrrr.... berasa di sambar petir di siang bolong tubuh Viro langsung meluruh bagai kehilangan tulang. "Yaa Allah" ucap Viro beserta turunnya air matanya. "Viro.. untuk lebih memastikan dan mengetahui jenis Tumornya kita harus segera melakukan CT Scann dan Biopsi agar bisa segara melakukan tindakan dan pengobatan yang tepat" lanjut dr Burhan "Baik dr.. lakukan apa saja demi kesembuhan ibu saya. karena hanya ibu yang saya miliki saat ini... saya akan bekerja keras mencari biayanya dok.. asal ibu saya bisa kembali sehat" harap Viro sembari memegang tangan dr Burhan di atas meja. dr Buhan membalas pegangan tangan itu dan berkata "saya akan berusaha semaksimal mungkin Viro,, mari kita sama2 berdo'a dan berusaha ya" tutup dr Burhan menenangkan. Viro kembali ke UGD untuk menemui Rama beserta ibunya yang masih menunggu disana. "gimana Ro?" tanya Rama dan ibunya bersama "kemungkinan Tumor Otak bang" jawab Viro kembali meneteskan air matanya. Ibu Rama langsung memeluknya "kamu yang sabar yang kuat ya Ro.. demi ibumu.. dan jangan sungkan untuk meminta bantuan kami yaaa..." pinta ibu Rama yang didukung tepukan di bahu Viro oleh Rama "iya bu makasih yaaa.. bang.. makasih yaaa" jawab Viro tulus "santai Ro... kalo gitu kita balik dulu yaa.. semoga ibu elo lekas sembuh.. aamiin" pamit Rama "aamiin aamiin aamiin yaa Robbal alamiin" jawab Viro sambil mengantar mereka keluar UGD Viro pergi mencari Musholah di rumah sakit itu untuk berserah dan meminta pertolongan Tuhan agar memudahkannya mencari uang untuk biaya berobat sang ibu dan juga untuk kesembuhan keselamatan kesehatan dan umur panjang ibunya. Viro ingin terus bersama ibunya hingga dia sukses dan dapat membahagiakan ibunya. Sebagai seorang anak tentu memeliki keinginan itu meskipun akan butuh waktu untuk menggapainya. ^_^ Haii haaiii... semoga suka ya dengan cerita baru ini,,, aku mau bilang dulu kalau cerita ini tidak bisa aku up setiap hari seperti ceritaku sebelumnya. Karena aku masih fokus sama kisah SharDam dulu yaaa.. Tapi tenang aja.. akan aku usahakan up setidaknya 2X seminggu. dannnn kalau 7DFL sudah tamat aku janji akan up rutin setiap harinya.. okaihhh.. --- Timacih.. emmmuuaaacchhh... ---

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hubungan Terlarang

read
513.2K
bc

The Naughty Girl

read
101.3K
bc

HYPER!

read
625.5K
bc

Pengantin Pengganti

read
85.9K
bc

Saklawase (Selamanya)

read
69.7K
bc

I Love You Dad

read
293.6K
bc

Surgeon Story

read
267.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook