Kai, saat ini tengah memperhatikan kekasihnya yang asyik menikmati hidangan yang sudah tersedia diatas meja. Menurutnya, Alesya sangat menggemaskan ketika makan, karena kedua pipinya menggembung layaknya seperti seekor tupai. "Haa, kenyangnya!" seru Alesya yang telah menghabiskan semua makanannya. "Pfftt," kekeh Kai tidak menyangka karena Alesya dapat menghabiskan semuanya tanpa sisa. Bukankah seharusnya dia bersikap jaim sedikit didepan Kai. Kenapa malah brutal seperti itu. "Kenapa?" tanya Alesya bingung dengan memiringkan kepalanya. "Kamu unik banget, Sayang. Ada pacar kamu disini, tapi bisa-bisanya kamu makan dengan bar-bar seperti itu," tawa Kai pecah tidak dapat ditahan lagi. Alesya membuat hari-harinya lebih berwarna dan bermakna. "Ish, aku lapar tahu! Untuk apa jaim-jaim, kalau

