Tak Sabar Menunggu

329 Words
Drettt ... drettt, ponsel Belia yang berada di atas nakas bergetar sesaat ketika Belia selesai membereskan peralatan untuk kuliah besok. "Siapa sih malam-malam gini nelpon ?" bisiknya dalam hati sambil melirik ke arah jam dinding yang telah menunjukkan waktu pukul 22.30 itu. Mau tidak mau terpaksa Belia mengangkat ponselnya itu karena khawatir ada kabar penting. "Assalamu'alaykum, mohon maaf, dengan siapa ya saya berbicara ?" tanyanya karena nomor yang menghubunginya ternyata tidak dikenalnya. "Wa'alaykum salam. Belum tidur ternyata calonku ini. Jam segini masih sibuk apa ?" tanya seseorang di sana. "Maaf, ini dengan siapa sih ?" tanya Belia lagi karena merasa tidak mengenal lawan bicaranya itu. "Ya Allah, masa baru tadi Maghrib aku pulang dari rumahmu, sudah lupa lagi, Bel ?" sahut pria di sana. "Oh, Abang Rama. Kirain siapa ?" kata Belia setelah tahu siapa yang menghubunginya itu. "Lagi ngerjain apa malam-malam gini, perlu aku bantu ?" tanya Rama menawarkan diri. "Udah selesai koq, udah mau tidur juga. Ada apa Abang jam segini nelpon aku ?" Belia balik bertanya. "Aku sebenarnya masih kangen sama kamu. Tapi berhubung udah malam lebih baik kamu tidur aja. Besok kita ketemuan lagi ya ," jawab Rama tanpa malu-malu berterus terang. "Idih pake acara bilang kangen segala. Awas nanti ada yang cemburu nih ha... ha ... ha !" gadis itu malah mentertawakan Rama yang dianggapnya sedang bergurau. "Lho koq malah aku diketawain sih, memang apanya yang lucu coba ?" Rama bertanya kebingungan. "Ya Abanglah yang lucu. Ngomongnya ngelantur ke mana-mana. Makanya kalo ngantuk tuh tidur, jangan malah nelpon, jadinya ngawur ngomongnya he he he ," kata Belia terkekeh geli. "Kamu mah susah diyakinkan sih, Bel. Kalo aku tuh serius banget sama kamu ," sahut Rama lagi. "Ya udah, Bang. besok bersambung ngobrolnya ya. Aku mau tidur dulu," Belia mengakhiri obrolan. "Iya, janji ya. Assalamu'alaykum," ucap Rama. "Wa'alaykum salam," jawab Belia. "Jangan lupa, mimpikan aku ya, he he he," sahut Rama menggoda. "Iya kalo enggak nyasar mimpinya, ha ha ha," pungkas Belia mengakhiri sesi nelponnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD