bc

Reinkarnasi

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
HE
time-travel
fated
goodgirl
boss
heir/heiress
drama
bxg
like
intro-logo
Blurb

Hendriansyah Setiawan adalah seorang anak dari pemilik perusahaan terbesar se-Indonesia,dia putra tunggal dari pasangan Alex Setiawan dan Juni Setiawan.Hendriansyah biasa dipanggil Hendri oleh orang sekelilingnya memiliki watak yang baik,ramah,sopan dan santun,dia memiliki kekasih bernama Jelita dia sangat menyayangi kekasihnya namun kecelakaan yang dia alami bersama kekasihnya justru merenggut nyawa kekasihnya,karna rasa depresinya Hendriansyah pergi ke tempat dimana orang tuanya lahir siapa sangka ditempat itu Hendriansyah justru bertemu dengan wanita yang akhirnya menjadi istrinya.

chap-preview
Free preview
Prolog
Hendriansyah Setiawan putra dari pemilik perusahaan no 1 se-Indonesia,namun kekayaan papahnya tak membuat dia menjadi laki-laki yang sombong,dia tetap menjadi laki-laki baik hati,sopan,ramah,dan bijaksana. "Hendri bangun,sudah siang nak" Juni membuka hordeng kamar dan itu membuat Hendriansyah mengerjapkan matanya karna silau, "Mamah,Hendri masih mengantuk" Hendriansyah kembali menarik selimutnya, "Eh kok tidur lagi,bangun dong" Juni menarik tangan putranya agar putranya itu duduk "Sayang,sampai kapan kamu mau ngurung diri terus dikamar?papahmu kasihan mengurus kantornya sendiri" "Mah,Hendri belum siap bertemu banyak orang" "Sayang,ikhlaskan semuanya tuhan lebih menyayangi Jelita" "Apa mamah gak sayang Jelita?" "Sayang,mamah menyayangi Jelita bahkan mamah berharap Jelita itu menjadi menantu mamah tapi takdir berkata lain kita sebagai manusia harus menerima takdir itu" "Mah" Hendriansyah menatap mata sang mamah, "Iya sayang" "Aku ingin ke tempat nenek" "Berlibur?" "Entahlah mah,tapi aku saat ini ingin berada ditempat nenek yang suasananya sejuk" "Baiklah tapi kamu bicarakan dulu sama papahmu,ayo kita turun untuk sarapan,papah sudah menunggu" "Iya mah" Hendriansyah dan Juni turun kebawah untuk sarapan bersama seperti biasanya dan benar saja Alex sudah menunggu mereka dimeja makan sembari membaca koran, "Dimeja makan jangan membaca koran" Juni mengambil koran yang dipegang suaminya, "Abis nunggu kalian lama" "Hehe maaf pah" Juni mengambilkan nasi untuk anak dan suaminya, "Pah,Hendri mau ketempat nenek" "Ke desa?" "Iya pah" "Apa kamu masih belum melupakan Jelita?" "Enggak mudah buat Hendri pah,Hendri sangat menyayangi Jelita" #FLASHBACK ON "Sayang habis ini kita mau kemana?" Tanya Jelita dengan senyum khasnya, "Kamu mau kemana?Makan?Timezone?atau kemana?" "Eeuuumm... Timezone aja gimana sayang?" "Boleh" Hendriansyah membawa mobilnya dengan begitu santai,begitu pun dengan Jelita yang selalu tersenyum dan membuat lelucon yang membuat Hendriansyah tertawa,dari arah berlawanan ada sebuah truk besar yang kehilangan kendali karna rem yang blong dan berjalan sangat cepat itu membuat Hendri tidak dapat mengelak dari tabrakan truk itu. Hendri dan Jelita mengalami kecelakaan,Hendri koma beberapa bulan namun Jelita langsung meninggal ditempat, "Mah,dimana Jelita?Bagaimana keadaanya?" Tanya Hendri saat terbangun dari komanya, "Sayang,kamu fokus ke kesehatanmu dulu iya" "Mah dimana Jelita mah,bagaimana keadaanya?" Hendri terus meracau karna dia tak melihat keberadaan Jelita. "Sayang,kamu yang ikhlas iya tuhan lebih sayang Jelita" "Apa maksud mamah?" "Jelita meninggal saat kecelakaan itu terjadi" "Apa? Enggak mah itu enggak mungkin" "Sayang kamu tenang" Juni memeluk erat putranya, "Jelita,aku harus cari Jelita aku harus temui dia" Hendri hendak pergi namun Alex menahannya, "Nak,istirahatlah dulu kamu butuh pulih untuk menemui Jelita" "Enggak pah" "Hendri,dengarkan ucapan papah!!" Hendri terdiam air matanya mengalir deras dia tidak menyangka kalau dia harus kehilangan kekasih hatinya secepat itu,tak lama suster dan dokter datang suster menyuntikan obat tidur pada Hendri, "Untuk sementara biarkan pasien tenang dulu,karna kondisi pasien belum stabil" "Baik dok terimakasih" Semenjak saat itu Hendri selalu menyalahkan dirinya sendiri tentang kejadian itu,dia terus mengurung diri dikamar tidak mau bertemu teman atau keluarga,dia selalu dikamar bersama dengan foto-foto Jelita yang dia simpan, "Hendri,ada Bagus datang mencarimu" Juni mengetuk pintu kamar Hendri, "Hendri belum mau ketemu siapapun mah" saut Hendri dari dalam kamar, "Hendri,ini gue masa Lo gak mau ketemu gue" teriak Bagus namun tak ada jawaban dari Hendri, "Nak Bagus maaf iya,nak Bagus mau nunggu disini atau pulang dulu?" "Biar saya pulang aja Tante,Hendri mungkin butuh waktu buat mau ketemu sama orang" "Iya sudah,sekali lagi Tante minta maaf iya" "Iya Tante,saya permisi dulu" #FLASHBACK OFF "Papah tau kamu sangat menyayangi Jelita,mamah mu juga bahkan sangat menyayanginya tapi takdir berkata lain bagaimana pun kita harus menerima takdir dan menjalani dengan lapang" "Hendri butuh waktu pah" "Bukankah sudah banyak?Sudah satu tahun sejak kejadian kecelakaan itu kamu mengurung diri dan enggak mau ketemu orang" "Hendri tau pah,tapi Hendri belum siap" "Pah,biarin Hendri pergi kerumah ibu disana sejuk siapa tau pikiran Hendri bisa terbuka disana" "Iya sudah kalau itu keinginanmu,kapan berangkat?" "Nanti siang pah" "Loh kok mendadak?" Ucap Juni terkejut, "Lebih cepat lebih baik mah,tapi sebelum kebandara Hendri bakal mampir ke makam Jelita dulu" "Iya sudah,papah antar" "Mamah ikut" "Enggak usah mah pah,biar Hendri berangkat sendiri aja,lagian papah harus ke kantor mamah juga ada arisan" "Iya sudah kamu hati-hati" "Iya pah" Mereka kembali melanjutkan makan,selesai sarapan Alex berpamitan pergi kekantor sedangkan Hendri menyiapkan beberapa pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa tak lupa dia memasukan foto pujaan hatinya Jelita kedalam koper,dia mau membawa Jelita pergi kemana pun dia pergi. "Sudah selesai Peking nak?" Juni masuk kekamar Hendri, "Sudah mah" "Iyah mamah gak bantuin" "Gak papa mah,bawaan Hendri gak banyak kok" "Kamu hati-hati iya disana jangan ngrepotin kakek dan nenek" "Iya mah,mamah tenang aja" "Mamah titip ini buat kakek dan nenek" Juni menyerahkan dompet kecil pada Hendri, "Apa ini mah?" "Berikan saja pada nenekmu nanti,dan sampaikan maaf karna mamah belum bisa menemuinya" "Oh okey mah" Hendri menerima dompet kecil itu dan memasukannya kedalam tasnya, "Mah,Hendri pamit,mamah jaga diri baik-baik iya" "Iya sayang,kamu hati-hati dijalan kalau sudah sampai kabari" "Iya mah" Hendri mencium punggung tangan Juni dan menaiki taksi yang sudah dipesannya. Berat hati Juni untuk mengikhlaskan Hendri pergi namun bagaimana pun Hendri harus bisa bangkit lagi Juni pun berharap disana Hendri dapat menemukan pengganti Jelita. "Pak,kita ke tempat pemakaman pondok melati dulu pak" "Baik mas" Hendri pun sampai ditempat dimana kekasih hatinya dimakamkan tak lupa dia membawa seikat mawar putih kesukaan Jelita, "Sayang,aku datang" Hendri mencium nisan Jelita, "Sayang,kamu apa kabar?Kamu baik-baik aja kan?Tuhan baik kan sama kamu?" Hendri tersenyum sangat tulus namun bola matanya menunjukan bahwa dia sangat merindukan kekasihnya itu, "Sayang,aku tinggal dulu iya,aku mau kerumah nenek dan kakekku,dulu aku pernah janji sama kamu buat bawa kamu berlibur ke tempat mereka namun belum kesampaian kamu malah udah ninggalin aku,maafin aku iya sayang" tak terasa air mata Hendri mengalir membasahi pipinya, "Aku pamit iya sayang," Hendri kembali mencium nisan Jelita dan beranjak kembali ketaksi meninggalkan tempat pemakaman, "Mas,habis kemakam siapa?" Tanya supir taksi itu karna tau Hendri mengusap air matanya, "Kekasih saya pak" ucap Hendri dengan senyum yang dipaksakan, "Terkadang tuhan emang mengambil apa yang kita sayangi,tapi percayalah Tuhan akan menggantikannya dengan yang lebih jadi tetap semangat" ucap supir taksi yang mencoba memberi semangat pada Hendri, "Baik pak" ucap Hendri tersenyum.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sweet Sinner 21+

read
879.7K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.4K
bc

GADIS SEKSI MILIK MAFIA HYPER

read
44.6K
bc

HASRAT MEMBARA KAKAK SEPUPU

read
84.1K
bc

Dosa Yang Kupilih: Menjadi Simpanan Boss

read
36.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
49.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook