KONTRAKKU DENGAN ANITA #3

1085 Words
Jam 19.10 aku dan Anita pun makan malam, Ayu pun ikut makan bersama dengan kami. Anita ternyata memang wanita baik, dia mempersilahkan Asisten Rumah Tangga nya untuk makan satu meja dengan kami. Sambil makan kami berbincang, sepertinya Ayu bukan ART biasa buat Anita, keakraban mereka sudah seperti keluarga menurutku. "Ayu ini, sudah lima tahun lebih ikut aku loh, zech. Dari aku masih tinggal di Tangerang. Ayu udah aku anggap adik." Jelas Anita. Anita menceritakan banyak hal tentang Ayu. Setelah selesai makan aku pun naik ke atas, dan masuk ke kamar. Kubuka pakaianku dan langsung mandi. Tidak perlu keluar kamar, karna di kamar ini ternyata ada bathroom pribadinya. Tak lama kemudian Anita masuk ke kamarku. "Zech, kamu lagi apa sayang?" "Aku lagi mandi. Tunggu sebentar! Udah selesai kok" Aku pun keluar dari bathroom, kulihat Anita yang hanya mengenakan baju tidur warna hitam sedang tiduran di tempat tidur sambil menonton tv. Hmmm... Dia sedang menonton bokep. Sambil memperhatikanku yang sedang menyeka tubuh dengan handuk, Anita memainkan toketnya sambil mengusap usap memeknya di depanku. Lalu Anita menarik tanganku hingga aku jatuh di atas tempat tidur. Anita mengusap usap tubuhku yang tidak mengenakan apapun. Sambil menjilati kupingku ia menggenggam kontolku dan mengocoknya. Lalu ia arahkan mulutnya ke kontolku, dijilat, lalu dihisapnya kepala kontolku. "Aaakh... Akh... Yaaa... Akh..." Lalu Anita menuntun tanganku ke memeknya... Kumainkan itilnya dengan jari telunjukku... "Uuukh... Iya sayang, kocok i**l aku... Ukh... Enak, terus..." Kami pun mengganti posisi, Anita terlentang di tengah tempat tidur, kubuka lebar pahanya, lalu kujilati memeknya yang sudah basah itu dengan irama cepat... "Aaaakh... Akhhh... Akhhh..." "Zech, udah sayang, udah, EWEK! Masukin! aku mau peluk kamu!" pinta Anita kepadaku Aku pun memeluknya dari atas, kujilat dan kuciumi wajah dan mulutnya, sambil kumainkan toketnya, kuremas remas dan kupilin pilin pentilnya. Lalu kujilati dan kuhisap kedua p****l yang indah itu. Dan kumasukkan perlahan kontolku ke dalam lubang kenikmatan yang berbulu itu. "Uuuukh.... Akh akh akh... Iya, terus sayang!" teriak Anita merintih menikmati pijatan kontolku di memeknya. Waktu terus berlalu, kami nikmati bersama hanya dengan posisi itu, Man on Top. Pelukan hangat dari tubuhnya menghanyutkanku. Butir butir keringat kami menambah kenikmatan malam itu. Tatapan matanya, seolah tak henti merayuku, membuat hatiku terpaku pada wanita yang kukenal dengan bgitu cepat. "Aku udah, zech... Aku gak kuat..." Anita sudah menyerah. Kupacu torpedoku lebih cepat, hingga aku pun tak mampu lagi menahan amukan jagoan kecilku... "Iya, ini, aku juga... Aaaaaarrrggghh...." Teriakku... Crooooooottt...!!! Crot... Crooot... "Aaaaaaaaaakh... Ukh... Ukh.. hah hah..." Anita merintih nikmat kelelahan. Terlihat senyum di wajahnya merasa puas dengan semburan p**u hangat yang memenuhi bagian dalam memeknya... Sejenak aku pun memeluknya dengan erat... Lalu kuusap keringat yang membasahi wajahnya. Kucabut kontolku, dan meleleh pejuku keluar dari memeknya. Kuambilkan tissu dan kubersihkan memeknya dari pejuku yang sudah melumuri bibir bawah memeknya. "Makasih ya zech! Aku sayang sama kamu!" Anita mengucapkan itu sambil mengusap pipiku saat aku menyeka memeknya. Sambil tersenyum ia mengatakan itu dan langsung tertunduk malu saat aku menatapnya. Aku bangun dari tempat tidur, dan mengajaknya untuk mandi bersama. Kami pun mandi bersama. Kami saling memakaikan sabun ke tubuh. Saling menggosok punggung, dan saling mencium satu sama lain. Setelah kami selesai, jam sudah menunjukkan pukul 21.50. Anita pun sudah kembali ke kamarnya. Aku pun tidur, melepaskan semua rasa lelah dan menyimpan petualanganku sejak kemaren sore. ( ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ) Sabtu, 05:30 Anita mengantarkanku pagi ini sampai halte, hehe, sepertinya halte ini akan jadi tempat antar jemputku dan Anita yang paling aman dari hotel. Hemmm... Anita, oh, Anita... Ya... Tuhan... Godaan apalagi yang engkau jadikan ujian pada hambamu yang tampan ini...? Kukira Anita sama saja seperti wanita wanita yang haus akan belaian birahi lelaki hidung belang, seperti tante tante girang yang lain. Ternyata masih ada sisi lemah dan lembutnya seorang wanita dalam dirinya. Mungkin hypersex memang kelainan yang di idapnya, tapi diluar itu dia masih memiliki kepedulian dan sisi kemanusiaan yang cukup besar. Banyak juga cerita tentang kehidupannya yang membuatku merasa iba. Ternyata Anita juga seorang janda, dia pernah menikah, tapi pernikahannya tidak lama. Anita tidak pernah merasa puas dengan nafkah lahir dan bathin yang diberikan mantan suaminya. Bisa dibilang suaminya hanya menumpang hidup, suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga, banyak perlakuan dan perilakunya yang hanya selalu merugikan Anita (tidak perlu aku sebutkan, mendengarnya saja membuatku ingin mengeluarkan air mata), dan yang lebih penting bagi Anita, suaminya tidak pernah memuaskannya di ranjang. Sehingga membuatnya harus mencari kepuasannya di luar, dengan menyewa para lelaki sampah semacam gigolo, dan ternyata katanya itu pun belum bisa memuaskan hasratnya sampai saat ini. Jujur saja, aku tidak mau disamakan dengan pria pria sampah bermodal k****l seperti mereka. Makanya aku tekankan kepada Anita, bahwa hubungan aku dan dia hanya sebatas teman, dan aku bukan peliharaannya atau hanya boneka pemuas nafsunya semata. Entah siapa yang harus disalahkan dalam kasusnya itu. Tapi jujur, itu membuatku merasa iba. Anita sudah kehilangan kedua orangtuanya, dia anak tunggal, bersyukur semua warisan orangtuanya menjadi haknya, walaupun warisannya tidak seberapa tapi dirasa cukup, katanya, tapi kalo menurutku semua yang ia ceritakan cukup besar dan banyak untuk hitungan orang miskin sepertiku. Bisnis yang sedang dijalani Anita saat ini lumayan dan cukup menurutku. Bisnisnya yang paling besar menurutku adalah kebun teh di bogor, di sana Anita juga memiliki satu villa pribadi dan dua villa untuk penginapan umum. Dan di sini, Anita punya salon kecantikan yang cukup besar dan selalu ramai, ya aku tau salon itu tapi aku baru tau kalo itu punya Anita, karna masih di kawasan ruko cluster, hanya beberapa blok dari hotel Red mansion. Hhmm, itulah Anita, wanita yang kukenal secara cepat, singkat, dan dapat, hehehe... ( ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ) Masih terlalu pagi untuk ke hotel, akh, kebetulan itu, ada tukang kopling, kopi keliling. "Bang! Kopi! Item satu! Jangan pake gelas" "Lah, kalo kagak pake gelas pake apa bang?" Tanya tukang kopi padaku. "Pake ember!!!" Jawabku meledek "Bisa aja lu! Jempol nyingnying! Balasnya kepadaku Aku masih di halte, mumpung masih pagi enaknya ngopi dan ngerokok dulu. Santai sejenak menikmati udara pagi sambil mengobrol dengan tukang kopi. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 6.15 Sebaiknya aku segera ke hotel, aku lupa ini hari sabtu, khawatir Bu Susi datang ke hotel pagi pagi. Karna memang biasanya bu susi selalu datang di hari sabtu. Belum lagi kalo malam minggu bgini semua kamar pasti full di sewa oleh para pasangan haram yang ingin berzina. Aku bakal repot di jam jam checkout siang nanti... ( BERSAMBUNG ... )
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD