AKU MENYERAH

1001 Words
Saat sampai tempat kost, aku langsung merebahkan tubuh ku, rasanya lelah sekali hari ini "Ouch" ternyata lengan ku masih sakit akibat tabrakan tadi, Ku sentuh kembali tangan kanan ku, tapi kenapa hati ku yang berdebar yah. "Viraaaas Mulya Pratama aku menemukan Mu........." lirihku, entahlah kenapa tiba-tiba aku tersenyum sendiri karena aku tidak pernah berfikir akan bertemu dengannya kembali. Pagi ini Aku binggung harus mengenakan pakaian apa yah, padahal bukan hari yang spesial kayak mau ketemu artis idola aja. "Harus jadi diriku sendiri" kata ku pada diri ku pada pantulan dalam cermin. Aku mengambil kaos lengan panjang mocca dan jeans biru kesukaan ku, rambutku ku ikat kuda dengan pita coklat tak lupa sepatu flat cokelat ku sesederhana itu aku. karena sebenarnya aku juga tidak punya banyak baju di lemari ku. "Sudah siap go Kenyaaaaa" Kembali aku menyemangati diri ku Di kampus masih sepi, aku sengaja berangkat ke kampus lebih awal karena mencari tau fakultas dimana Viras ambil. Fakultas HI (Hukum Internasional) seketika aku minder, bahasa Inggris nya pasti pintar banget deh. Aku duduk di salah bangku taman di depan fakultas tersebut, aku buka laptop ku, ku setel musik sambil membaca materi maternity kemarin. "Akhirnya ku menemukanmu, saat hati ini mulai berlabuh" suaraku berhenti saat ku lihat seseorang yang telah lama ku tunggu, kok lama baru juga, waktu nunggu di kampus nya sih baru 10 menit, tapi nunggu bisa dipertemukan lagi nya itu loh 12 tahun. "Vi-raz" seorang gadis cantik kulihat berlari ke arahnya, sambil menyebut namanya. senyum gadis itu manis sekali dengan balutan baju terusan lilac dan sepatu wedges hitamnya tak luput rambut ikalnya sebahu, nyaris sempurna untuk sekelas model dan dari segi apapun aku kalah jauh dari gadis itu. "Ani-ta" sepertinya itu nama yg di ucapkan Viras "Kirain masih ijin, gimana liburannya nit?" tanya Viras lembut kepadanya. "Seru ras,,, coba kemarin kamu jadi ikut" serunya terlihat kecewa. "Kangen banget aku tuh" gadis itu langsung memeluk lengan kanan Viras dengan erat dan Viras tersenyum, sepertinya tidak keberatan atas perlakuan gadis itu, mereka langsung pergi menuju ke kelas seperti nya. Kok langsung nyeri lagi lengan tangan ku yah liat adegan ini, apa hati aku yang sakit yah, Aduuuhhh baper banget sih aku. Emang udah siap batin sih aku kalau-kalau kenyataan nya si dia dah punya kekasih, lagian masih inget sama aku aja dah syukur Alhamdulillah. Aku aja yg nekat dan ngak mau move on dari nya, sedih banget sih Lo Kenya jerit ku dalam hati. Ku rapikan meja yang aku tempati tadi, ku masukan laptop, buku ringkasan, dan semua perkakas ke dalam tas, duh air mata ini dah nggak sanggup tertahan di kelopak mata ku, mana toilet yang ku tau masih jauh lagi tempat nya. Untung masih mengantongi tissue. "Ya Allah Key, sabar sabar,, ikhlas,, ikhlasin,,, pasti Lo bisa Semangat!" suara ku dalam hati. Akhirnya ku urungkan niat ku untuk mengembalikan kartu mahasiswa nya. Akhirnya ketemu juga toilet yang ku tuju, "Huuu-Aahhhh....." Harusnya kita tidak bertemu, Harusnya aku tidak datang, Harusnya aku tidak berharap dan Harusnya aku sudah lama melupakan mu, tapi kenapa hati ku selalu mengingat mu, kenapa Alloh mempertemukan kita kembali ku pikir ini awal dari kata JODOH, tapi apa! bodohnya aku hampir saja mempermalukan diri ku sendiri. Ya Tuhan kumohon tolong bantu aku untuk melupakan dia. ---------------$$$$$------------ Hibernasi istirahat sejenak di kamar kost ku adalah tempat yang paling nyaman, aku ijin tidak masuk kemarin. Bagaimana aku masuk dengan mata bengkak dan merah ku, habis nanti aku di tertawakan mahasiswa sekelas, apa lagi Vicka dan Tyas pasti kepo dengan apa yang menimpatu. Aku sungguh tidak ingin bercerita, aku tidak ingin menyebut lagi namanya. Mereka berdua bersi keras ingin menjengukku kemarin, tapi aku berbohong kalau kemarin aku menginap di rumah saudara ku. Hari ini aku terpaksa masuk karena ada ujian materi keperawatan jiwa, harusnya aku yang di uji pemirsa, karena kesehatan jiwa dan otaku saat ini terganggu. Rasanya patah hati itu ngak Enang banget yah, untungnya aku tidak suka berpacaran, dari dulu hanya menyukai orang satu saja itu pun hanya cinta sepihak ngenes banget, tapi bukan tanpa alasan, waktu ku sangat sibuk di sambung kuliah, aku juga bekerja paruh waktu untuk tambahan pemasukan ku. Ah lega rasanya walaupun masalah kemarin sempat membuat aku down belajar tapi kalau aku inget wajah orang tua ku di rumah jadi ngerasa bersalah, buat apa aku bersedih sementara pria itu bahagia dengan kekasihnya. Ku katakan sekali lagi No! "Hai Key Le-ga" sapa Vicka dan Rita yang menghampiri tempat dimana aku duduk untuk menunggu mereka keluar dari ruang ujian "Seneng yah dah bisa relaks, ayoo dong mau jalan kemana kita" ajak Rita sambil merangkul pundak ku. "Ihh jangan mulai deh, mau kemana emangnya? aku sibuk bestie" aku memang selalu mencoba menghindari dari yang namanya menguras uang "Ya ampun key, sekali-kali kenapa, Lo kerja buat apa kalo ngak nyenengin diri sendiri hah!" Tukas Vicka yang kali ini tidak bisa ku bantah "Iya iya tapi agak malam mungkin karena aku harus kerja siang ini gimana?" jawabku sambil tersenyum. "Eh beneran nih jadi?!" tanya tyas "Oke-oke nanti malam ke cafe yukz! ada pembukaan cafe baru Deket kok letaknya sama kampus kita" Ajak vicka dengan antusiasnya "Ehmmm... mahal nggak menu di sana?" Aku berfikir uangku cukup tidak yah, sebentar lagi kan harus bayar kos-kosan, belum lagi beli kebaya, sepatu untuk wisuda. "Tenang Kenya, gw yang traktir kali ini yah" Bisiknya di telinga ku "Ih gw juga mau donk, Vic" Rengek Rita sambil menarik tangan Vicka "Ihh Lo berlagak jadi orang susah deh" Ledek Vicka sambil mengibaskan tangan tyas "Ayooo donk gw juga yah" Gayanya sambil memohon kelakuannya membuat kami tertawa kali ini. "Berisik tau, ngak enak di liat orang, ayoo dong please" kali ini Tyas mengecilkan volume suaranya, sambil memasang wajah susah "Iya deh Bhaahaaa" Kami bertiga berpelukan, yah itu lah persahabatan kami, dari dulu tidak pernah bersaing, saling mengerti, tidak pernah menjatuhkan, dan saling menyemangati. Walaupun aku sedikit lebih unggul dalam pelajaran diantara mereka tapi mereka tidak pernah mengandalkan ku untuk tugas mereka, paling kami hanya suka bertukar pikiran dan menyelesaikan tugas bersama. Semoga saja persahabatan kami bisa terjalin sampai tua.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD