Chapter 22

1177 Words

    Brandon berjalan gontai dan duduk di salah satu anak tangga. Ia menatap hijaunya padang rumput yang membentang di tengah kampus. Air matanya menetes. Sungguh, ia tidak menyangka bahwa ia akan ditolak seperti ini oleh Celline. Wanita yang menghiasi mimpinya setiap malam. Ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini pada wanita dan ia hanya merasakannya Ketika dekat dengan Celline. Walaupun Celline tidak pernah menganggap serius hubungannya, ia tetap rela asal setiap hari ia bisa melihat Celline di sisinya.      Sekarang hatinya hancur, begitu remuknya melihat gadisnya dibawa pergi oleh pria lain. Apa yang salah dari dirinya? Ia berasal dari keluarga yang berada dan mampu membawa gadis itu menerima kenyamanan dalam hidup. Wajahnya sebenarnya tidak terlalu buruk jika ia sedikit menguba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD