Chapter 21

1443 Words

    Celline berjalan mondar - mandir di lorong Gedung. Tangannya meremas-remas kumpulan materi yang ia siapkan untuk sidang skripsinya. Keringat dingin mengucur dari atas kepalanya. Ia meneguk ludahnya berulang kali sambil menarik nafas panjang setelahnya. Hingga pintu ruangan sidang di depannya itu terbuka dan seseorang keluar dari sana dan menangis. Orang itu menghambur keluar ke dalam pelukan teman-temannya yang cemas.      “Aku… lulus!!!” sontak seluruh orang di depan sana berteriak gembira mendengar kelulusan temannya. Celline begitu iri melihat situasi itu. Saat ini Celline tidak memiliki pendukung sama sekali. Ia harus menjalani hal yang paling berat ini sendirian lagi. Ia menghela nafas.      “Ini bukan saatnya memikirkan hal lain, Celline! Kau pasti bisa,” katanya menyemangati d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD