Merasa suntuk di dalam kamarnya, Syifa langsung keluar dari dalam kamar. Dan tepat, kedua bola matanya langsung menuju ke dapur yang ternyata ada abang iparnya. Brak, Syifa mengurungkan niatnya dan masuk kembali ke dalam kamar. Dan itu semua tidak luput dari tatapan Lisa. "Mas, kamu ke kamar dulu ya. Tadi ada Syifa mau keluar, tapi ngeliat kamu, dia masuk lagi." ujar Lisa menyuruh agar suaminya itu masuk kamar dulu. Iqbal yang mengerti keadaan adik iparnga itu, menuruti apa yang istrinya katakan. Lebih baik seperti ini dulu, dari pada membuat mental adik iparnya bertambah down. "Yaudah, nanti kalo udah psikiaternya Syifa dateng, panggil aku di kamar ya Mah." ujar Iqbal seraya melangkahkan kakinya menuju kamar Lisa yang ada di rumah mertuanya. Tanpa disuruh suaminya pun, Lisa akan mem

